Kisruh Asrama Mahasiswa, BPPG Angkat Bicara - REPUBLIKPOS.COM
News

Kisruh Asrama Mahasiswa, BPPG Angkat Bicara

Republikpos, Jakarta  – Kepala Badan Perwakilan Provinsi Gorontalo (BPPG) Albert Panigoro memberikan klarifikasi (Rabu/13/7/2022) atas berita yang beredar bahwa seorang penjaga keamanan dan kebersihan Asrama Mahasiswa Gorontalo bernama Ismed tidak menerima upah selama 6 tahun terhitung sejak 2016.

Menurut BPPG selaku badan yang bertugas memonitoring Asrama Gorontalo Lenteng Agung tidak pernah terjadinya perekrutan karyawan penjaga asrama.

“Jika diurutkan secara kronologis, lahan tempat berdirinya asrama itu memang dulunya milik Pak Ismed yang kemudian dibeli oleh Pemprov Gorontalo, lalu beliau menawarkan diri untuk menjaga aset tersebut dikarenakan terdapat makam dari keluarga di area tersebut,” ungkap Albert.

Pemprov Gorontalo yang diwakili oleh Faisal Lamakaraka selaku Kepala BPPG saat itu menyetujui tawaran tersebut dengan syarat hanya sampai asrama selesai dibangun dan telah dihuni oleh mahasiswa sehingga Pemprov membiarkan rumah yang saat ini ditempati oleh Pak Ismed (dan keluarga) tetap berdiri.

Hingga saat waktu yang telah ditentukan, Pak Ismed kembali menawarkan diri untuk tetap menjaga aset tersebut, yang membuat BPPG mengumpulkan dana taktis dan tunjangan kepala BPPG untuk membalas jasa Pak Ismed menjaga asrama.

“Pak Ismed ini hanya menawarkan diri secara lisan, bukan karyawan, jadi tidak dianggarkan dana untuk menggajinya, maka kami kumpulkan dana taktis dan tunjangan kepala BPPG yang jumlahnya juga tidak pasti dan terkadang juga tidak ada,” tambahnya.

BPPG mengaku Pak Ismed pernah memberikan salinan Ijazah dan KTP, namun tidak adanya surat lamaran yang dilampirkan dan tidak dilakukannya wawancara perekrutan karyawan sehingga beliau bukan termasuk karyawan (PTT) BPPG.

Atas pernyataan Pak Ismed yang mengaku dijanjikan menjadi PNS oleh mantan gubernur gorontalo Rusli Habibie, BPPG juga telah membantahnya.

“Menjadi PNS itu ada sistem yang jelas, tidak melihat keluarga atau kenalan harus mengikuti sistem tersebut untuk lolos, dan tidak ada itu janji untuk dijadikan PNS,” tambahnya lagi.

Albert Panigoro telah menemukan fakta bahwa aset Pemprov itu juga telah disewakan secara pribadi sebagai lahan parkir mobil dan acara hajatan.

Awalnya ia mengira mobil yang ada hanya dititipkan oleh warga sekitar dikarenakan area jalan yang sempit, namun setelah ditelusuri ditemukan adanya tarif sekitar 350.000 untuk memarkir di area asrama tersebut.

Dikarenakan jumlah mobil yang bertambah banyak hingga mengganggu aktivitas mahasiswa, akhirnya mahasiswa melaporkan hal tersebut kepada BPPG.

Selain itu, mahasiswa juga mengaku melalui BPPG telah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan berupa gangguan hingga ancaman verbal dari keluarga Pak Ismed.

“Kejadian dini hari sekitar pukul 1 pagi tadi sudah kami laporkan ke polsek jagakarsa, polisi sudah memeriksa KTP para pelaku yang jumlahnya 5 orang itu, jadi apabila hal tersebut terjadi lagi mudah untuk mengamankan pelakunya,” imbuhnya.

BPPG telah melakukan mediasi beberapa kali dengan Pak Ismed, Kepala BPPG itu hanya ingin menyelesaikan dengan cara damai tanpa merugikan pihak manapun.

“Keamanan mahasiswa saat ini merupakan hal terpenting, kami ingin segera menyelesaikan masalah ini secara damai dengan Pak Ismed yang masih ingin upahnya dari 2016 itu diberikan. Tapi kami juga memerlukan waktu karena tidak ada anggaran untuk menggaji apalagi ini 6 tahun butuh dana besar pastinya,” jelasnya.

Menindaklanjuti kejadian ini, Pemprov Gorontalo melalui surat nomor 009/Umum/752/VII/2022 memberikan waktu 10 hari terhitung sejak diterimanya surat untuk pindah dari bangunan lama di area asrama tersebut, dimana tembusan surat telah dilegalisasi oleh Walikota Jakarta Selatan, Lurah Lenteng Agung, dan Dinas Satpol PP Jakarta Selatan.

“Sebenarnya Pak Ismed ini ada rumah yang dikontrakkan kepada orang lain sehingga beliau menempati area lama tersebut. Tapi karena ini sudah menjadi lahan milik daerah dan mengingat sudah lama tinggal disitu jadi kami memberikan waktu 10 hari untuk pindah,” tutupnya.

Pewarta : Larasati Widya

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Terpopuler

To Top