Kerjasama Perdagangan Sapi Dua Wilayah di Gorontalo
Provinsi Gorontalo

Kerjasama Perdagangan Sapi Dua Wilayah di Gorontalo Raih Apresiasi Pemerintah Provinsi

Republikpos.com, Gorontalo – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Gorontalo Darda Daraba mengapresiasi rencana kerja sama antara Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) dengan Pemda Pohuwato di bidang perdagangan sapi.

Hal itu disampaikan Sekda Darda pada kegiatan Nasional Support For Local Investment Climate (NSLIC) secara virtual melalui aplikasi zoom meeting di ruang Huyula Kantor Gubernuran, Kamis, (10/6/2021).

Ia menilai kerja sama antar kedua kabupaten tersebut dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi di daerah, khususnya pada perdagangan sapi potong.

“Sejak pandemi covid-19 melanda dunia dampak negatifnya sangat terasa pada pembangunan di Indonesia, tak terkecuali di Provinsi Gorontalo. Di mana dalam laporan BPS pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo mengalami penurunan hingga minus 0,2 persen. Oleh karena itu, atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo saya menyampaikan apresiasi yang besar kepada pihak NSLIC yang telah menginisiasi kerja sama daerah antara Pohuwato dan Gorut dalam perdagangan sapi potong antar pulau,” katanya.

Darda mengatakan langkah Pemda Gorut dan Pohuwato searah dengan amanah Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Di mana disebutkan bahwa kerja sama daerah dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, daerah tentu mengadakan kerja sama yang didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas.

Lebih lanjut Darda mengungkapkan, trend produksi sapi di Gorontalo terus mengalami perbaikan dari tahun ke tahun. Tecatat jumlah populasi sapi setiap tahun mengalami peningkatan 2,5 persen. Ia berharap tren ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh kedua daerah untuk pembangunan ekonomi lokal di tengah pandemi.

“Inilah harapan kita melalui kerja sama ini bisa meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Atas nama pemerintah Provinsi juga saya berharap kerja sama ini terus berlanjut secara profesional antar pelaku perdagangan yang akhirnya bisa menciptakan multiplayer effect yang positif bagi ekonomi di Provinsi dan lebih khusus di dua kabupaten,” imbuhnya.

Sebelumnya Bupati Gorut yang diwakili Asisten pemerintahan dan Kesra Thamrin Yusuf dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Pemda Gorut dan Pohuwato sudah melaksanakan beberapa tahapan termasuk kebutuhan anggaran, kerangka acuan kerja (KAK) dan saat ini sudah pada tahap rencana menuju pada penandatanganan MoU antara Bupati Gorut dan Bupati Pohuwato. Tetapi untuk menuju ke tahap pendatanganan MoU, Thamrin menyebutkan butuh rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Gorontalo.

“Kami sudah melaksanakan tahapan-tahapan dan Hari ini merupakan koordinasi dengan OPD Provinsi Gorontalo untuk memohon dukungan yang besar terhadap populasi sapi karena kami sudah koordinasi dengan nakes hewan bahwa keluarnya rekomendasi sapi yang akan dikirim dilakukan perdagangan dan sebagainya ini peran penting dari Provinsi itu ada,” bebernya.

Selain itu, Ia juga mengungkapkan alasan rencana kerjasama karena potensi ternak di pohuwato adalah yang terbesar di Provinsi Gorontalo.

“Tapi kenapa harus dikerjasamakan dengan Gorut? karena di kami ini adalah letak strategis persimpangan antar provinsi dengan tersedianya dua pelabuhan,” tandasnya.

Turut hadir dalam rapat virtual tersebut perwakilan NSLIC, Sekda Gorut, Sekda Pohuwato, Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Kepala Balai Karantina Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, serta para pelaku usaha pedagang sapi di Pohuwato.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top