Masih Pandemi, Pemkab Gorontalo Tetap Gelar Tradisi Tumbilotohe - Site tit
Kabgor

Masih Pandemi, Pemkab Gorontalo Tetap Gelar Tradisi Tumbilotohe

Republikpos, Kabgor – Tumbilotohe, malam tradisi yang sejak dahulu dilakukan akan tetap dipertahankan di Gorontalo.

Sebagai tradisi, tentunya tetap digelar oleh Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo bersama Wakil Bupati Hendra Hemeto bersama jajaran pemerintah Kabupaten Gorontalo.

Namun, saat ini ditengah kondisi pandemi pelaksanaan tradisi malam Tumbilotohe ini dilakukan secara sederhana ditandai dengan pemasangan lampu minyak di halaman depan rumah dinas Bupati Gorontalo.

Tradisi Tumbilotohe atau malam pasang lampu merupakan kebiasaan dan budaya masyarakat Gorontalo yang dilakukan pada tiga atau empat hari mengiringi setiap akhir Ramadan.

“Meski dilakukan sederhana, tradisi Tumbilotohe atau pasang lampu di Kabupaten Gorontalo tetap dilaksanakan, meski berada di tengah pandemi COVID-19 tahun kedua kegiatan Tumbilotohe  tetap dilakukan,“ ujar Bupati Nelson, Sabtu, (08/5/2021).

Dengan kesederhanaan dan terbatas, paling utama harap Nelson, semangat yang menggelora bagaimana menikmati bulan suci ramadhan.

“Ini rasa kesyukuran kita terhadap Allah SWT, bisa melaksanakan Ramadhan,” ungkap Nelson.

Kata Nelson,tumbilotohe ini menjelang mengakhiri bulan ramadhan sekaligus menyambut Lailatulqadar.

“Nah, semangat itu yang harus kita lakukan sehingga bukan tumbilotohe yang utama tapi bagaimana tetap melaksanakan bulan suci ramadhan serta Amaliah -amaliahnya dilakukan khyusuk dan ketat termasuk juga jangan melupakan zakat fitra,” beber Nelson.

Sementara itu, dalam pelaksanaan malam pasang lampu sekarang ini tidak dilombakan lagi dan tidak semarak karena di masa pandemi.

Itulah inisiasi dan keikhlasan dari seluruh masyarakat dan itu yang perlu dihargai. Karena itu, di Kabupaten Gorontalo diberikan kesempatan tapi jangan dilombakan.

Lanjut Nelson, hikmah itu yang utama. Hikmahnya adalah semangat mengakhiri bulan ramadhan dengan berbagai amaliahnya termasuk menyambut Lailatulqadar.

“Kalau bicara Lailatulqadar,Insya Allah kita mendapat kemenangan didalamnya dan akhir Ramadhan adalah idul Fitri, mudah -mudahan kita kembali ke Fitrah dan suci,” harap Nelson.

Pesan Bupati Nelson, silakan saja melaksanakan sesuai keihklasan masyarakat.

“Jangan evoria, tidak ada festival, kita nikmati saja di rumah,kita lebih pada amaliah Ramadhan,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Hendra Hemeto menyampaikan, ini adalah moment menjelang akhir Ramadhan yang sangat dinanti dan ditunggu oleh masyarakat.

“Disamping kita menanti Lailatulqadar tapi juga didalamnya silaturahim dengan semua orang ditumbuhkan,” ungkap Wabup Hendra.

Seperti diketahui, di rumah dinas bupati ini protokol kesehatan tetap dilaksanakan. Kegiatan ini hanya dihadiri sejumlah Lembaga Adat dan Imam Masjid Agung Limboto, Ketua dan Wakil Ketua TP.PKK Kabupaten Gorontalo, sekda Hadijah U Tayeb dan sejumlah Pimpinan OPD.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top