Pupuk Bersubsidi, Petani Pohuwato Sampaikan Keluhan ke Gubernur - REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Provinsi Gorontalo

Pupuk Bersubsidi, Petani Pohuwato Sampaikan Keluhan ke Gubernur

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat berdialog dan menyerahkan bantuan kepada petani di Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Sabtu (13/3/2021).

Republikpos, Gorontalo – Sunaryanto, kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Manunggal Karya, Kecamatan Randangan mengungkapkan curahan hatinya kepada Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang menyambangi kecamatannya, Sabtu (13/3/2021).

Ia meminta kebijakan pupuk bersubsidi dengan beragam persyaratannya bisa dilakukan bertahap agar petani tidak sulit mendapat pupuk.

“Sangat diharapkan sekali kelancarannya pak. Petani banyak yang tidak mendapatkan pupuk karena kita disuruh laporan, bawa KTP, bikin CPCL-nya sehingga ada yang masih enggan ada juga yang sudah. Harapan kami perlakuannya pelan pelan lah pak. Petani masih butuh bimbingan dan nanti (aturan ini) akan berjalan dengan sendirinya,” ungkapnya.

Lanjutnya, sekiranya sekarang sudah ada pendataan semacam kartu tani. Ini cukup bagus pak, tapi karena sifatnya masih awal maka petani cukup sulit. Sehingga banyak petani sulit mendapatkan pupuk.

Karena itu, pihaknya meminta agar pemerintah provinsi dan kabupaten memikirkan kebijakan khusus terkait dengan regulasi tersebut.

Di satu sisi petani harus mengurus kelengkapan administrasi, namun di sisi lain mereka juga dikejar oleh musim tanam dan target produksi pertanian seperti beras, jagung dan lainnya.

“Adakalanya petani celoteh, masa’ kita beli pupuk aja sulit. Kita digenjot untuk meningkatkan produksi tapi pupuknya enggak lancar. Ini beli, tapi karena tidak ada namanya di situ tidak dilayani. Barangkali ini butuh bimbingan petugasnya di situ pak,” sambungnya.

Gubernur Rusli yang didampingi Bupati Pohuwato Syaiful Mbuinga memahami apa yang dirasakan petani.

Ia mengakui jika kebijakan ini terlalu cepat diterapkan sebab diundangkan pada bulan Desember 2020 dan sudah harus berlaku tahun 2021.

“Masalah pupuk itu, kami sudah rapat untuk menyurat ke pusat. Harusnya kalau diberlakukan begitu jangan langsung hari ini suratnya jadi, hari itu juga diberlakukan. Kasihan petaninya karena saya tau petani itu harus tepat waktu, tepat sasaran dan tepat jumlah,” ujar Rusli.

Beruntung pihak Kementan membuka ruang untuk melakukan penginputan ulang mulai bulan Maret hingga Juni 2021.

Ia menginstruksikan Dinas Pertanian provinsi bekerjasama dengan pemerinfah kabupaten untuk melakukan pendampingan kepada petani.

“Jalan keluarnya pak Mul (kadis pertanian), mulai Minggu depan turunkan tim dari provinsi bekerjasama dengan kabupaten/kota untuk mendata dan membantu mereka membuat kartu tani. Kalau kita mengharapkan dari 140 kartu tani, sekarang diaktivasi baru 20 ribu maka kapan ini selesai,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top