Lensa Jurnalistik Islami, Ilusi Sang Koruptor - REPUBLIKPOS.COM
Opini

Lensa Jurnalistik Islami, Ilusi Sang Koruptor

Suf Kasman, Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar

By Suf Kasman

Pedih hatiku menyaksikan pentolan-pentolan negeri satu persatu diseret Komisi Antirasuah, KPK. Kendati aku belum tau KPK bekerja untuk siapa? Untuk rakyat, pemerintah, atau hanya lembaga superbodynya?

Aku muak melihat dagelan konyol segelintir anak bangsaku, loos-loos melakukan kejahatan kemanusiaan, KORUPSI yang masih saja diwarnai para pejabat negeri.
Mataku nanar melihat bangsaku dirundung pilu.
Tak henti kudendang berlaksa-laksa rasa kecewa melihat ‘tingkah padamu negeri’ bagi pelanggar sumpah jabatan.

Lama-lama negeriku bisa berubah gelap gulita, bagai zaman jahiliyah orisinal beberapa abad silam. Di dalamnya tiada pendar-pendar cahaya menyinari alam negeri, akibat ulah segelintir orang zalim gemar jarah harta negara.

Aku masih termangu mengkhayalkan sebatang lilin putih ‘jangkung’, sebelumnya diharap menjadi penerang bagi rayonku kala kegelapan melandai. Nyalahnya pun dirindukan strata-ku tuk menjauhkan sendu masyarakat. Bahkan, suarnya diimpikan melindungi pekatnya kesulitan ekonomi rakyat yang sudah kualat di stadium mengkhawatirkan.
Namun, apa daya pijarnya seketika padam diseret angin puting beliung, KPK.

Jika hanya menjadi percikan bunga api sekejap, lalu cahayanya redup sebelum waktu putaran langit lazuardi mengilau, untuk apa disuluh?

Sejak dulu, negeriku didiami aneka penyamun kelas tinggi; mulai cecunguk koruptor kelas A-Z; lengkap, integral dan komplet perompaknya! Di level ASEAN, dengar-dengar negeriku berada di peringkat lima, termasuk IPK tertinggi.

Setiap dekade bermunculan embrio pencoleng wajah-wajah baru, endingnya
merenggut ekonomi Nusa. Mereka tak lebih dari sekumpulan jiwa-jiwa tamak, loba nan serakah.

Para penilep-penilep fulus itu sungguh banyak berkeliaran di belantara bumi pertiwi. Kulitnya bersisik ventral & berevolusi guna bergerak secara leluasa, tapi licin & licik (susah ditangkap).
Kuasanya mampu membuat buta para jaksa sekilit, bahkan hanya segelintir yang dipecundangi KPK. Mungkin inilah yang disebut ‘Bumi Kleptokrasi’?

Demi harta dan tahta, para dedengkot bajak laut (koruptor) itu terus beraksi menggunakan akal geladaknya, untuk menambah lusinan pusaka.
Keserakahan menggerogoti jiwanya yang kering kerontang (tanpa iman), kerakusannya pun melupakan segalanya.
Aroma duniawi membuat mata & telinganya tidak berfungsi, lalai dari tugas mulianya.

Para koruptor terus menyingsingkan lengan baju―mencari gumpalan aset tanpa pernah merasa cukup―hatta zurtumul maqabir.
Kemewahan sejagat membuatnya makin angkara―meniadakan anak tangga demi mencapai gorong-gorong limpahan harta karun―tuk menggapai kenikmatan swargaloka.

Banyak resapan air bisa diperoleh dari tumpahan kran ‘gratifikasi’, maklum sang penguasa & pengatur kran air. Mulai pembahasan uang negara yang dirapatkan hanya melibatkan sekimiawinya secara terselubung, hingga agenda pembangunan yang tidak transparansi.
Ujungnya, agar kran meluncurkan ‘air mutlak’ ber-netto memuaskan dahaga.
Benar-benar keserakahan telah menguasai relung jiwanya, TAMPO SISI’ WETTANG MAGGEMPUNG!

Perampok-perampok di negeriku tak tau malu, TEDDENNI SIRI’NA.
Hendak memiliki melebihi dari yang dimiliki. Serakah sifat yang membabi buta dari nafsu bejatnya. Bulir keringatnya bagai mutiara mengejar impian fatamorgana, Ilusi Sang Koruptor!

Senyum keluarga tersungging di bibir merahnya atas perolehan Si kreator tamak. Para pebisnis yang sealgoritma berjingkrak-jingkrak bersenandung ria mendapat tender mega proyek, teman sejawat juga handai tolan pun berdatangan cipika-cipiki penuh harap sisa limpahan kasih… Membuatnya semakin seringai haus pujian.

Pendeknya, selama ketopraknya berputar, mereka terus menikmati kemakmuran teater kedaulatannya, “Kalau Bukan Sekarang Kapan Lagi, Kalau Bukan Kita Siapa Lagi..” Demikian behind the scene pengembaraan durjanya memperkaya diri.

Sungguh Terlaaaaluuu! …Geram Bang Rhoma Irama.

Taman Bedugul, 4 Maret 2021

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top