Tradisi Adat Moloopu, Nelson: Kekuasaan Diberikan Kepada Yang Dikehendaki - REPUBLIKPOS.COM
Kabgor

Tradisi Adat Moloopu, Nelson: Kekuasaan Diberikan Kepada Yang Dikehendaki

Republikpos, Limboto – Bupati Gorontalo terpilih, Nelson Pomalingo menjalani prosesi adat Moloopu di gelar di Rumah Jabatan Bupati, Minggu, (28/02/2021).

Prosesi tersebut menjadi pegangan sebelum menjalankan tugas sebagai bupati.

Prosesi adat moloopu diawali dari kediaman pribadi di Desa Tinelo Kecamatan Telaga Biru menuju rumah jabatan Bupati di Kelurahan Kayubulan Kecamatan Limboto.

Nelson Pomalingo mengatakan, Proses adat Moloopu dilaksanakan setelah dirinya terpilih kembali menjadi Bupati periode 2021- 2026.

Menurut Nelson, kekuasaan diberikan kepada orang  yang dikehendaki, dan juga dicabut kepada orang kehendaki.

” Artinya, menjadi bupati bukan kemampuan saya atau pun rakyat. Namun ini sudah menjadi takdir. Kerena diberikan kepada orang dikehendaki,” beber Nelson dalam sambutannya.

Karena itu, dalam menjalankan proses adat, dirinya sangat menghargai proses ada tersebut. Pasalnya, hal itu akan menjadi pegangan dirinya dalam menjalankan tugas sebagai bupati.

“Di Gorontalo patut kita syukuri dilakukan prosesi adat seperti ini karena itu rasa syukur bagi yang dikehendaki,” sambungnya.

Kata Nelson, banyak pesan yang terkandung dalam proses adat itu. Karena itu, mari kita jaga proses adat ini. Ini juga akan menjadi pedoman saya dalam menjalankan tugas nanti.

“Mari kita semua menjaga prosesi adat seperti ini karena menurut saya itu hakekat Mopolamahu kekuasaan dan Mopolamahu Lipu,” jelas Nelson.

Bupati dua periode itu meminta bimbingan dan selalu diingatkan dalam menjalankan tugas dengan baik. Sebagai manusia biasa butuh bimbingan dan peringatan yang baik dan benar.

“Banyak pesan yang terkandung dalam proses adat ini. Sehingganya, mari kita jaga proses adat ini. Ini juga akan menjadi pedoman saya dalam menjalankan tugas nanti,” ujarnya.

Dirinya meminta bimbingan dan selalu diingatkan dalam menjalankan tugas dengan baik. Sebagai manusia biasa butuh bimbingan dan peringatan yang baik dan benar.

Nelson berharap kepada pemangku adat dan sesepuh agar mengingatkan saya dalam menlalankan tugas. Kadangkala cara mengingatkannya  tidak benar.

Hal ini  bisa melihat di medsos. Dan ini sangat merusak tatanan pemerintahan dan masyarakat.

“Banyak masalah  yang harus dituntaskan ke depan. Mohon dukungan sepenuhnya kepada semua pihak serta kepada masyarakat marilah kita bersama-sama membangun daerah yang kita cintai ini,” tandas Nelson.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top