Lewat MPTT-I Abuya Syekh H Amran, Fory Naway: Mari Dekatkan Diri dengan Allah - REPUBLIKPOS.COM
Kabgor

Lewat MPTT-I Abuya Syekh H Amran, Fory Naway: Mari Dekatkan Diri dengan Allah

Republikpos, Gorontalo – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo, Dr. Fory Naway mengajak seluruh pengurus PKK tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa untuk terus meningkatkan ketakwaan serta keimanan kepada Allah SWT.

Melalui organisasi yang dinaungi kaum ibu-ibu tersebut, Fory Naway berpesan agar terus mendekatkan diri kepada Allah.

Lantaran kegiatan para ibu-ibu yang dipastikan akan mengalami suatu keadaan jenuh, kesal, bosan, dan akhirnya galau atau stress.

Ditambah lagi dengan tugas kenegaraan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menuntut agar kinerjanya sesuai aturan tanpa meninggalkan kewajiban sebagai istri terutama sebagai hamba Allah, dan umat Nabi SAW.

“Sesibuk apapun aktifitas dilakukan namun tetap untuk terus menunaikan kewajiban seorang umat islam untuk mendekatkan diri dengan Allah,” tuturnya, Selasa (19/1/2021).

Kata dia, bertasawuf itu ternyata penting walau dirinya mengakui baru bergabung bulan lalu dan di tarbiyah oleh Waled Buya Ahmad Datau.

“Kami dapat memahami agama dan metode pengamalan yang belum dapat selama ini, ketenangan, kenyamanan, kasih sayang bahkan dalam mengolah pekerjaan sebagai ibu rumah tangga dan sebagai istri  merasakan kemudahan-kemudahan dan keseimbangan dalam membangun hubungan hablunallah dan habluminannas,” Papar Fory Naway saat membuka pengkajian tauhid tasawuf Indonesia, Senin (18/1/2021) di aula Rudis Bupati Gorontalo.

Kegiatan yang dihadiri pengurus PKK Kabupaten Gorontalo hingga PKK kecamatan itu, disandingkan dengan program rutinitas  PKK Kabupaten Gorontalo berupa dzikir dan doa.

Rutinitas pertemuan PKK ini dibuat secara spesial yaitu memperkenalkan tentang dasar agama yaitu Islam, iman dan Ihsan dan cara atau metode mengamalkan ketiga-tiganya dalam kehidupan.

Sementara Pakar dewan guru majelis pengajian tauhid tasawuf Indonesia (MPTT-I) Abuya syekh H Amran wali al-khalidy (PP) manzilissalikin yakni Waled Buya Ahmad Datau Sulawesi menyampaikan bahwa  ajaran Ihsan sebagai rukun agama yang ke tiga, Ihsan untuk menyempurnakan Islam dan iman.

Menurutnya, Islam amalan Zahir, iman keyakinan kita kepada Allah, Ihsan perasaan hadir hati pada Allah yang kita yakini dalam melakukan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

“Sehingga selalu dekat kita dengan Allah (tidak terhijab keberadaan Allah dengan alam dan diri kita) agar kita dapat berma’rifat pada Allah yang bersih dari syirik jali dan syirik khofi karena telah masuk cahaya ketauhidan kedalam batin,” jelasnya.

Pantauan awak media, dalam kesempatan itu ada sesi Tanya jawab antara tamu undangan dan Abuya syekh H Amran wali al-khalidy.

Disitu dijelaskan bahkan menyikapi persepsi yang beredar dalam kalangan masyarakat awam bahwa tasawuf Bid’ah serta belum saatnya di ajarkan kepada orang awam.

Pemaparan singkat tapi padat dan jelas ini dengan bahasa yang bisa di terima, membuat para jamaah betah dan tertarik bahkan acara yang biasa selesai waktu magrib ini berlanjut dengan pembacaan Yasin Fadillah.

Dan selesai isya lanjut dengan kajian serta interaktif yang dikemas dengan diskusi santai penuh kekeluargaan dan apa adanya.

Terlihat pula, kegiatan itu dihadiri camat Limboto Guntur Pakaya, sekjend MPTT indonesia timur Abi Noval Djafar selaku MC/moderator, pimpinan/wali nangro MPTT-I Prov Gorontalo KH.Dr Hamdan Ladiku MH.I,wali nangro Kab Gorontalo H.Sukri Moonti SH.MH.

Wali mitra H imran kosoloy, Ust Ismail datu,ketua P2T prov.Gorontalo Hj Femy ripo S.Ag,ketua P2T kab Gorontalo  Hj Hartati haridji SH.MH, imam masjid dan beberapa imam dan tokoh agama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top