344 KK di Desa Ayumolingo dan Puncak Terima Sertifikat Lahan dari Bupati Kabgor - REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Kabgor

344 KK di Desa Ayumolingo dan Puncak Terima Sertifikat Lahan dari Bupati Kabgor

Republikpos, Limboto – Masyarakat transmigrasi di Desa Ayumolingo dan Desa Puncak sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati Kabupaten Gorontalo Nelson Pomalingo. Pasalnya, setelah 11 tahun menanti legitimasi hukum atas kepemilikan sertifikat lahan pekarangan mereka akhirnya terwujud. Sebanyak 344 kepala Keluarga di dua desa itu menerima sertifikat lahan pekarangan dari Bupati Nelson Pomalingo, Selasa (12/01/2021). Adapun rincian jumlah sertifikat yang diserahkan Bupati Nelson antara lain, Desa Ayumolingo 183 dan Desa Puncak 261 Kepala Keluarga.

Warga transmigrasi asal Purworejo Jawa Tengah, Amir Sohib menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kepemilikan resmi sertifikat tersebut.

“Tak bisa diutarakan dengan kata-kata pak, akhirnya selama 11 tahun lebih kami resmi memiliki sertifikat lahan pekarangan. Ini berkat perhatian dan upaya keras serta perjuangan Bapak Bupati Nelson. Banyak lika–liku dan akhirnya di era kepemimpinan Pak Nelson sertifikat ini telah ada dan hari ini saya terima,” ujar Amir.

Terpisah, warga Desa Puncak, Paijo juga turut bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Gorontalo, Bupati Nelson Pomalingo serta Dinas Nakertrans yang telah menyelesaikan permasalahan di lokasi transmigrasi khususnya PT Puncak, Kecamatan Pulubala.

“Pada hari ini telah diserahkan sertifikat lahan pekarangan yang sudah lama dinanti. Selama 11 tahun kami tunggu dan kami bersyukur serta bangga yang mana pak Bupati Nelson sudah mewujudkan harapan kepemilikan sertifikat lahan pekarangan. Terima kasih Pak Bupati Nelson,” ucap Paijo.

Sementara itu, Bupati Nelson Pomalingo mengungkapkan dalam membangun dirinya tak pernah membeda-bedakan warganya. Bagi Nelson, apa yang dibuatnya adalah sebagai komitmen dan kepedulian kepada warga Kabupaten Gorontalo seutuhnya. Hari ini prosesnya saya buktikan dan sertifikat sudah diserahkan, bahkan tahun ini ada 375 sertifikat lagi yang diupayakan,” ungkapnya.

Nelson menambahkan sertifikat ini menjadi legitimasi hukum kepemilikan lahan pekarangan dan ini menjadi modal untuk agunan pinjaman di bank.

“Itu bisa dapat modal 20-30 juta sehingga saya berharap jangan diperjualbelikan, tapi kalau bapak –ibu punya anak dan cucu bisa diturunkan kepada mereka karena bagian keluarga,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top