Bupati Nelson Pimpin Rakor Akhir Tahun Bahas Sejumlah Hal Penting - REPUBLIKPOS.COM
Kabgor

Bupati Nelson Pimpin Rakor Akhir Tahun Bahas Sejumlah Hal Penting

Republikpos, Kabgor – Bupati Kabupaten Gorontalo Nelson Pomalingo memimpin Rapat Koordinasi Akhir Tahun yang diikuti oleh seluruh OPD hingga Kepala Desa di Kabgor secara virtual, Rabu (30/12/2020).

Dalam Rakor tersebut, ada lima hal utama yang dibahas antara lain terkait kegiatan pergantian tahun ditiadakan secara menyeluruh.

“Yang ada hanya zikir dan doa. Zikir itu kita laksanakan Magrib sampai Isya dan itu hanya dilaksanakan di ibu kota kabupaten, Masjid Jami di kecamatan dan juga masjid besar di tingkat desa. Kita juga melaksanakan doa di gereja, tapi paling lambat sampai jam 8,” kata Nelson Pomalingo.

Selanjutnya, Bupati nelson membahas terkait pencegahan penyebaran Covid-19 dimana Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo masuk zona merah. Nelson menegaskan akan melakukan pencegahan secara menyeluruh dimulai dengan penerapan protokol kesehatan di perkantoran, tempat kerumunan, pasar, hingga meniadakan pesta pernikahan di malam hari.

Hal lain yang dibahas adalah jelang Pilkades di 89 desa di Kabgor, Pemkab Gorontalo telah merampungkan Perda Pilkades 2021 sekaligus perbaikan pengelolaan Pilkades. Untuk pertama kalinya di Indonesia, Kabgor bakal menggelar Pilkades dengan panitia yang berasal dari tim independen, dengan melahirkan Komisi Pemilihan Kepala Desa (KPK), seperti halnya KPU.

“Ini akan kita buat jadi contoh, dan kirim ke Kemendagri agar pelaksanaannya bisa lebih baik ke depan,” ujar Nelson.

Rakor juga membahas kebijakan Pemkab Gorontalo tentang dana ADD bulan Desember tidak dibayarkan. Namun Pemkab tetap memastikan hak aparat desa akan didapatkan pada 2021 mendatang. Nelson menjelaskan pihaknya telah melakukan revisi dalam APBD 2021 dan pembayaran ADD akan dilakukan sebanyak 13 bulan.

“Anggarannya sudah disiapkan dan aparat desa akan tetap mendapatkan haknya di tahun depan. Kita tidak bisa bayar tahun ini, karena keterbatasan dana kita, kita cek DAU kita saja di potong, kedua PAD kita target Rp189 miliar yang masuk hanya Rp 90 miliar berpengaruh pada sirkulasi keuangan kita,” ungkapnya.

Bupati Nelson juga membahas soal tenaga kontrak yang dirumahkan. Dirinya menegaskan kebijakan ini dilakukan secara menyeluruh bahkan menyentuh tenaga dokter specialis, perawat, dokter hewan ,hingga pegawai krusial lainnya. Hal ini dilakukan untuk melakukan penataan secara maksimal. Pasalnya di tahun 2021 nanti, Pemkab bakal mendapat tambahan PNS sebanyak 200 orang, 90 orang PPPK dan juga sudah mengajukan PPPK sebanyak 2000 orang.

“Kita akan analisis kebutuhan daerah. Jadi ini dalam rangka penataan, efisien dan peningkatan kinerja. Nanti Februari kita akan kembali memanggil yang sesuai dengan kebutuhan,” imbuhnya.

Terkait situasi dan perkembangan politik di Kabgor, Nelson menyampaikan jika Pilkada telah selesai dan ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu membangun daerah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top