Pelayanan Disdukcapil Gorut Lumpuh, Kadis Turun Langsung Layani Warga - REPUBLIKPOS.COM
Gorontalo Utara

Pelayanan Disdukcapil Gorut Lumpuh, Kadis Turun Langsung Layani Warga

Republikpos, Gorut – Dampak dari dirumahkannya pegawai tidak tetap ( PTT ) di lingkungan pemerintah daerah Gorontalo Utara (Gorut), kini mulai dirasakan dari sisi pelayanan khususnya yang ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Gorut.

Sebagaimana hasil dari pantauan Republikpos, Senin (04/03/2019), pelayanan administrasi data kependudukan yang ada di Disdukcapil terlihat banyak warga yang mengantri untuk mengurus KTP dan Kartu Keluarga, akan tetapi dari banyaknya warga yang mengantri, pelayanan yang ada di Disdukcapil Gorut terlihat lumpuh. Hal ini dikarenakan pelayanan administrasi hanya dilayani oleh 3 orang ASN yang ada di dinas tersebut.

Rukmin Paudi (65), salah seorang warga asal Sumalata yang berhasil diwawancarai oleh wartawan Republikpos mengatakan, pelayanan yang lambat ini diakibatkan karena kurangnya tenaga administrasi yang melayani warga dalam mengurus dokumen KTP dan Kartu Keluarga.

“Biasanya pelayanan di Disdukcapil cepat pelayanannya, mungkin karena PTT dirumahkan jadi pelayanan yang ada kurang maksimal, dan saya merasa sangat rugi jika datang, 5 jam menunggu tetapi yang saya urus tidak kelar-kelar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Gorut, Kardiyat Tomayahu juga mengungkapkan, dengan dirumahkannya PTT yang ada di dinas yang ia pimpin itu, diakui memang sangat menggangu pelayanan yang ada.

“Pelayanannya tetap ada, akan tetapi hasilnya tidak maksimal. Apalagi sekarang kita memasuki tahun politik, banyak warga yang ingin mengurus administrasi untuk keperluan pemilu, yang pada kenyataannya kita dengan tenaga seadanya tidak bisa memenuhi target yang telah ditetapkan,” terang Kardiyat.

Sementara itu anggota DPRD Gorut, Arsyad Ali juga mengatakan, sebaiknya pemerintah daerah segera mengambil sikap atas persoalan ini, karena sebagai aleg yang banyak menyerap aspirasi rakyat di lapangan, banyak warga yang mengeluhkan atas dirumahkanya PTT di lingkungan Pemda Gorut.

“Saya meminta kepada bupati, wabup dan sekda, untuk dengan segera mengambil langkah konkrit dalam menghadapi masalah ini. Tidak bisa dipungkiri keberadaan PTT dalam menjalankan administrasi di masing-masing OPD sangatlah penting, jika ini dibiarkan kita khawatir program-program dari pemerintah daerah tidak bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

Pewarta: Matris Salim

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top