Perdana, Pemkab Gorut Ekspor Kayu Via Pelabuhan Anggrek - REPUBLIKPOS.COM
Daerah

Perdana, Pemkab Gorut Ekspor Kayu Via Pelabuhan Anggrek

REPUBLIKPOS (GORUT) – Pemerintah daerah Kabupaten Gorontalo Utara mencetak sejarah pertama kalinya mengirim ekspor hasil Produksi Kayu Olahan (Jabon) melalui Pelabuhan Anggrek di Kecamatan Anggrek, Sabtu (6/10) kemarin. Kegiatan pelepasan Ekspor langsung komoditas kayu olahan ke Taiwan melalui pelabuhan anggrek ini merupakan Inisiasi PT. Mitra Cipta Permata HTI Kabupaten Gorut bekerjasama dengan phak Pelabuhan Anggrek dan Bea dan Cukai Provinsi Gorontalo.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Gorontalo Drs. Idris Rahim, Bupati Gorontalo Utara Dr. Hi. Indra Yasin, MH, pimpinan Perusahaan HTI, Gatot Supriyadi, unsur Muspida Provinsi dan Kabupaten Gorut, tim Bea Cukai, sejumlah Pimpinan OPD serta masyarakat di Kecamatan Anggrek dan sekitar Pelabuhan Anggrek.

Dalam sambutan Pemerintah daerah Gorut, Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada pihak perusahaan HTI yang telah berhasil melaksanakan kegiatan ekspor perdana kayu olahan Jabon ke Taiwan melalui Pelabuhan Anggrek.

Bupati menjelaskan sejak tahun 2012 pihak HTI telah bekerjasama dengan pemerintah daerah Gorut dalam mengembangkan serta mengolah Hasil Hutan Industri yang hingga saat ini sudah ada 15 ribu hektar yang dimanfaatkan. “Salah satunya polywood. Dan pabriknya sementara dibangun. Mudah-mudahan ditahun 2019 target kita sudah bisa mengekspor tripleks. Tentu ini menambah produktifitas di Provinsi Gorontalo dan Gorut khususnya. Kami (Pemda) berusaha untuj bisa menekan garis kemiskinan dan pengangguran di daerah Gorut. Karena banyak tenaga kerja asli Gorut yang dipekerjakan disini nantinya. Mudah-Mudahan Kembali akan ada ekpor komoditi lainnya yang akan ikut meramaikan pelabuhan Anggrek ini,” ungkap Bupati Indra Yasin.

Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mengapresiasi pihak Perusahaan PT, Mitra Cipta Permata yang telah berhasil mencetak sejarah baru melepas ekspor kayu Jagon di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

“Ditengah-tengah mata uang dollar yang naik hingga 15 ribu rupiah, para pengusaha berani mengekspor komoditi keluar negeri. Tentu ini sangat luar biasa,” jelas Wagub Idris Rahim.

Idris pun mengatakan bahwa sebenarnya daerah Gorontalo banyak memiliki potensi yang nantinya bisa dikembangkan dan diekspor ke luar negeri. Tercatat sejak tahun 2016 hanya komoditi gula tetes tebu, ikan tuna, jagung, dan bungkil kopra Gorontalo yang bisa diekspor keluar negeri, baik melalui pelabuhan Gorontalo maupun pelabuhan Anggrek.

“Padahal Disatu sisi banyak sekali komoditi kita yang diekspor di negara lain. Semisal, tepung kelapa yang sampai diekspor ke Amerika, Saudi Arabia, Rusia dan negara lain di dunia. Akan tetapi hanya tercatat diekspor melalui pelabuhan Surabaya. Karena komoditi seperti tepung kelapa harus diekspor dengan kontener khusus. Sehingganya saya mengajak semua pihak dan instansi terkait dapat segera merespon hal ini,” jelas Wagub.

Sedangkan Dari segi pelayanan, tambah Wagub mekanismenya sudah sangat mudah. Semua instansi yang terkait dengan izin ekspor itu sudah lebih maju dalam memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada eksportir. “Mudah-mudahan ekspor kayu olahan Jabon 2 unit kontener ini bisa menjadi awal yang baik untuk daerah dan masyarakat Gorontalo pada umumnya,” pungkas Wagub Idris Rahim.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Terpopuler

To Top