DPR Telusuri Seluruh Proyek Pembangunan RS Dunda - REPUBLIKPOS.COM
Daerah

DPR Telusuri Seluruh Proyek Pembangunan RS Dunda

LIMBOTO (REPUBLIKPOS) – Sebagai lembaga pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo dalam hal ini komisi lll bakal melakukan penelusuran terhadap seluruh proyek pembangunan di RS MM Dunda Limboto tahun anggaran 2018, hal ini diungkapkan oleh anggota komisi lll Jayadi Ibrahim dalam rapat koordinasi dengan Rumah sakit Dunda. Ia mengatakan, dari sejumlah aspirasi yang diterima oleh komisi lll khususnya di Rumah sakit dunda dimana sejumlah proyek pembangunan di RS MM Dunda justru tak diketahui oleh Direktur.

“Misalnya saja waktu persoalan yang terjadi di ruang hemodialisa yang dari awal pembangunanya direktur tak mengetahui nanti setelah ada masalah penyegelan baru itu diketahui,” ungkap Jayadi.

Lanjut dikatakan Jayadi, dari pantauan yang ada pun sejumlah proyek pembangunan di rumah sakit MM Dunda ini yang tak selesai itupun menjadi salah satu point yang nantinya akan dilakukan penelusuran oleh komisi lll.

Sama seperti Jayadi, Guntur Thalib anggota komisi lll lainnya pun lebih menitik beratkan pada perencaan pengadaan alat kesehatan yang sering kali bermasalah, bukan saja alat yang sama dalam pengajuannya tetapi juga alat yang belum seharusnya diperlukan di rumah sakit tetapi sudah dianggarkan di tahun anggaran 2018 ini, sebut saja untuk alat fibroscan yang menggunakan anggaran miliyaran tetapi operator yang mengetahui bagaimana alat ini bisa digunakan belum ada, padahal dalam aturan Permenkes 56 alat kesehatan yang diadakan oleh sebuah rumah sakit tersebut seharusnya setara dengan tipe rumah sakit, kita di sini masih rumah sakit tipe B dan seharusnya belum membutuhkan alat tersebut tetapi sayangnya alat itu sudah dianggarkan bahkan saat ini sudah terletak diruang poli interna dan tak bisa digunakan.

“Karena memang belum ada yang mengoperasikan alat tersebut, jangan sampai saat sudah ada operatornya justru alatnya sudah rusak dan setahu saya seperti untuk tehnik operator alkes lainnya terlebih dahulu dilakukan bimtek untuk pengoperasian sebelum dibeli alatnya,” ungkap Guntur.

Ketua Fraksi Hanura ini mengingatkan, jangan sampai kejadian ini terus berulang dan justru merugikan. “Karena kejadian alkes sudah dibeli dan tak digunakan bukan baru pertama kali ini terjadi, sementara alkes lainnya yang sangat dibutuhkan tidak dianggarkan, sehingga kami berharap kejadian ini tak akan terulang lagi nanti,” tandas Guntur.

Sementara itu Ketua komisi lll Ali Polapa mengatakan, rapat koordinasi ini dilakukan untuk menyatukan persepsi antara keinginan komisi lll dan OPD untuk membuka ruang terhadap program 2019, sehingga terjadi penyelarasan antara komisi lll dengan OPD mitra komisi lll.

“Kedepan persoalan dari rumah sakit MM Dunda ini akan didalami oleh komisi lll sebelum RKA tiba di DPRD, sehingganya akan dilakukan finalisasi dahulu,” jelas Ali. Politisi PDIP ini juga menambahkan, rapat ini juga diikuti dengan serius oleh anggota komisi lll, yang dihadiri oleh Syam T Ase, Guntur Thalib, Iskandar Mangopa, Syarifudin Bano, Jayadi Ibrahim, Asni Menu dan Arifin Kilo.

EVEN MAKANONENG

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top