Bentuk UEP KUBE, Nelson Fokus Tekan Angka Kemiskinan - REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
Daerah

Bentuk UEP KUBE, Nelson Fokus Tekan Angka Kemiskinan

LIMBOTO, Republikpos.com – Guna membangun ekonomi masyarakat serta menurunkan angka kemiskinan, pemerintah daerah membentuk Usaha Ekonomi Produktif atau Kelompok Usaha Bersama (UEP-KUBE). Hal itu disampaikan Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, usai membuka kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) Kelompok Usaha Bersama (Kube) di Dinas Sosial, Sabtu (19/5).

Kata nelson, pelaksanaan ini untuk memaksimalkan bantuan anggaran 1,2 Milyar dari Kementian Sosial. “Karena pemerintah selalu mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat dari segi anggaran, maka hal tersebut harus dapat diimbangi dengan kualitas sasaran program yang baik.”

Biar pelaksanaan dilapangan sesuai keinginan, harus ada evaluasi terus menerus, sehingga usaha ini benar-benar terpantau dengan benar. “Jika ada yang baik akan terus kita didorong, bahkan kelompoknya akan ditambahkan dengan dana KUR. Selain itu kelompok terbaik juga bisa menjadi rujukan kepada kelompok yang lain untuk diadopsi.” Kata dia

Bupati yang telah dua tahun memimpin Kabupaten Gorontalo ini menuturkan, sebelumnya data kemiskinan yang ada di Dinas Sosial sudah saya minta untuk dimasukan. Tapi sudah dua bulan ini belum juga masuk, itu bukan sekedar untuk bupati, tetapi untuk digodok bersama SKPD yang ada. Karena SKPD akan menggunakan data itu untuk digodok bersama dalam menanggulangi kemiskinan.

Sementara itu Kasubdit ldentifikasi dan Penguatan Kapasitas, Kementrian Sosial, Endang Muryani, menjelaskan maksud kehadiran dirinya untuk bertugas sebagai Pengolah Data Penanganan Fakir Miskin
Kabupaten Gorontalo.

“Kami dari pusat ingin bertemu langsung dengan para calon penerima bantuan, sehingga kami tau yang sebenarnya seperti apa. Mereka inginnya usahanya seperti apa? Jangan sampai mereka latah dan tidak tau apa yang harus dilakukan. ”

Calon kelompok usaha bersama harus tahu usaha yang akan dilakukan, itu nanti akan menghasilkan keuntungan atau tidak. Jadi usahamya harus dipikirkan. Kemudian untuk mencari bahan baku usaha susah atau tidak.

“Kami ingin memastikan bahwa calon penerima bantuan benar-benar tahu bahwa usaha bantuan hanya digunakan untuk modal usaha tidak boleh untuk hal hal lain. Jadi kami harap mampu menjalankan usahnya serta mengembangkan usahnya memperoleh keuntingam sehingga mereka sejahtera.” Tandasnya (em)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top