KPA Gorontalo Gelar Fun Bike Peringati Hari AIDS - REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
News

KPA Gorontalo Gelar Fun Bike Peringati Hari AIDS

Republikpos.com, Gorontalo – Untuk memperingati Hari AIDS se-dunia yang jatuh pada I Desember 2021, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Gorontalo menggelar fun bike yang mengambil titik start dari depan toko Maharani Sovenir dan finish di Kantor Sekretariat KPA Gorontalo, Sabtu (4/12/2021).

Fun bike ini diisi dengan sosialisasi terkait bagaimana pencegahan HIV/Aids.

Fun bike dibuka oleh Ketua KPA Provinsi Gorontalo Idah Syahidah dan diikuti pula oleh Sekretaris daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba dan pengurus KPA serta perwakilan Orang Dalam HIV/Aids (ODHA).

Dikatakan Idah, orang dalam hiv/aids atau ODHA, harus diperlakukan sebagaimana normalnya. Jangan pernah mengkotak – kotakan ODHA.

Karena hiv/aids bukan aib, melainkan sebuah penyakit, yang membutuhkan dukungan dari orang sekitar untuk bisa disembuhkan.

“AIDS ini tidak menular hanya dengan berbicara dengan penderitanya, tetapi melalui hal-hal lain, seperti sex bebas, penggunaan jarum suntik dan hal-hal negatif lainnya. Hilangkan stigma semacam ini, yang harus kita jauhi itu virusnya, bukan orangnya,” ungkap Idah

Anggota DPR RI ini juga mengharapkan, momentum pelaksanaan hari AIDS sedunia ini dapat dijadikan momentum gerakan masyarakat untuk bersama-sama peduli tentang HIV/aids, serta memahami pentingnya melakukan tes HIV/aids sejak dini, untuk mengurangi resiko tertular.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba. Atas nama pemerintah provinsi Gorontalo, Darda berterimakasih kepada ketua KPA Gorontalo dan jajarannya yang sudah melaksanakan kegiatan bersepeda santai ini yang diisi dengan sosialisasi tentang AIDS.

Menurutnya, masyarakat harus paham bahwa ODHA tidak harusnya dijauhi, melainkan penyakitnya yang harus dihindari.

“Sebisa mungkin kita harus menghapus stigma negatif dan diskriminatif terhadap orang dengan HIV/aids di Gorontalo. Artinya penderita harus kita dekati, kita rangkul, virusnya yang kita jauhi. Tangan kita harus terbuka untuk mereka, berikan motifasi dan dukungan kepada mereka. Langkah ini juga diharapkan bisa mengurangi angka penularan HIV/Aids,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top