Bersama Mentan RI, Gubernur Gorontalo Lepas Ekspor Hasil Pertanian - REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
alterntif text
alterntif text
News

Bersama Mentan RI, Gubernur Gorontalo Lepas Ekspor Hasil Pertanian

Republikpos.com, Jakarta – Pemprov Gorontalo terus melaksanakan berbagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah terutama dari sektor pertanian maka pada Kamis (25/11/2021) Gubernur gorontalo Rusli Habibie bersama Mentan RI Syahrul Yasin Limpo mengikuti acara pelepasan ekspor hasil pertanian di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Sebelumnya tanggal 5 sampai 6 Februari 2020 Mentan sudah berkunjung ke Provinsi Gorontalo selain mengalokasikan anggaran KUR bidang pertanian untuk Gorontalo senilai Rp1 triliun untuk membantu petani untuk meningkatkan modal usaha utamanya memenuhi teknologi pengolahan pertanian selain itu Mentan juga mendorong mahasiswa UNG menjadi petani muda sukses

Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan kami senang dan mengucapkan terimakasih atas kehadiran Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan semua pihak yang hadir pada saat pelepasan hasil ekspor pertanian ini.

“Apa yang kami lakukan hari ini bagian untuk Mencoba melakukan langkah kongkrit, ekspor menggambarkan hal seperti itu, mengimpor berarti kekurangan, maka ekspor adalah kebanggaan dan harus lebih banyak lagi Negara kita mengekspor,” ujarnya.

Menteri pertanian Syahrul Y Limpo bersama Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Deputi Pengembangan Agribisnis dan Perkebunan, Kementerian Bidang Perekonomian, Pejabat Eselon 1 Lingkup Kementerian Pertanian melepas ekspor komoditas pertanian pada Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok Jakarta senilai Rp. 568.725.668.751 di Pelabuhan Tj Priok. Pelabuhan Jakarta Internasional Container Terminal (JICT), Kamis (25/11).

Negara kita dijajah 350 tahun dengan di ambil rempah rempah dan hasil tani kita, ini artinya rempah dan hasil tani kita terbaik di dunia.
Maka jangan ragu ragu dengan kualitas hasil tani kita, cari apapun itu yang bisa di ekspor pasti ada.

Proses karantina jangan lambat dan lelet harus cepat dan teliti dalam bekerja. Percepat ekspor atau proses impor jangan sampai ada bioteroris melalui microba masuk melalui makanan yang di kirim dan menyerang negara kita.

Menteri pertanian Syahrul Y Limpo bersama Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Deputi Pengembangan Agribisnis dan Perkebunan, Kementerian Bidang Perekonomian, Pejabat Eselon 1 Lingkup Kementerian Pertanian melepas ekspor komeditas pertanian pada Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok Jakarta senilai Rp. 568.725.668.751 di Pelabuah Tj Priok. Pelabuhan Jakarta Internasional Container Terminal (JICT), Kamis (25/11).

Pelepasan ekspor dengan tema “Ekspor Tumbuh Indonesia Tangguh”

Kita berangkatkan hari ini berbagai hasil pertanian kita ke beberapa negara melalui Pelabuhan Tanjung priok.

Tahun 2021 ini kita tutup dengan export sebesar besarnya ke negara lain, kalau perlu tiap Provinsi harus mengexport dari pelabuhan daerah.

Sementara, Rusli Habibie mengungkapkan sektor pertanian merupakan merupakan unggulan Provinsi Gorontalo dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kita terus mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, Pemprov Gorontalo melaksanakan berbagai program yang diarahkan untuk meningkatan produksi dan produktivitas hasil pertanian.

“Secara makro ekonomi, pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada tahun 2019 berada di atas rata-rata nasional yakni mencapai 6,51 persen. Kita juga mampu menekan inflasi dan menurunkan angka kemiskinan dari 17,65 persen pada tahun 2017 menjadi 15,31 pada tahun 2019,” terangnya.

“Hari ini saya bersama pak Mentan melepaskan hasil export pertanian ke negara lain, dan dari arahan pak menteri kita akan terus mendorong para pelaku dan pengusaha pertanian di Provinsi Gorontalo agar meningkatkan hasil pertanian serta meningkatkan jumlah export ke negara lain,” lanjutnya.

Sebelumnya pak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) melepas ekspor produk pertanian Gorontalo dengan total nilai Rp115.576.000.000,-. Pelepasan ditandai dengan pemecahan kendi berlokasi di Brigade Alsitan Provinsi Gorontalo, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Rabu (5/2/2020).

Ekspor sebesar itu terdiri dari tiga produk yaitu kopra putih sebanyak 600 ton dengan nilai Rp8,4 miliar dengan tujuan negara Pakistan. Ada juga produk tepung kelapa sebanyak 6500 ton dengan nilai Rp106,6 miliar dengan tujuan Tiongkok, Taiwan, Jerman, Belanda, Rusia, Polandia dan Afrika.

Berikutnya produk briket arang tampurung kapasitas 30 ton. Produk yang dipesan Arab Saudi itu diekspor dengan nilai Rp576.000.000,- juta.

Kedepan jumlah hasil ekspor hasil hasil pertanian dari Provinsi Gorontalo harus terus meningkat

Pewarta : Republik Pos

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top