Elpiji Melon Langka, Komisi II DPRD Gorut; Harus Ada Pengawasan - REPUBLIKPOS.COM
Gorontalo Utara

Elpiji Melon Langka, Komisi II DPRD Gorut; Harus Ada Pengawasan

Republikpos, Gorut – DPRD Gorontalo Utara melalui Komisi II mendesak pemerintah ( Pemkab) Gorut untuk segera menertibkan dan mengatasi penjualan elpiji di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Kami minta pemkab turunkan tim untuk mengawasi distribusi elpiji khususnya 3 kg (tabung melon) dari tingkat agen ke pangkalan, untuk kemudian memantau harga jual yang diterapkan setiap pangkalan,” ujar Andi.

Andi mengaku desakan ini dilakukan karena pihaknya menerima banyak aspirasi dan pengaduan terkait sulitnya mendapatkan elpiji 3 kg.

“Kalaupun ada, harganya melejit 30 ribu per tabung,” bebernya.

Dengan alasan ini, Andi menyatakan pemkab wajib memantau langsung kondisi yang sedang berlangsung.

Pemkab harus segera melakukan perbaikan jalur distribusi dan melakukan sosialisasi bahwa elpiji 3 kg hanya untuk Rumah Tangga Sasaran (RTS).

Menurutnya, jika terdapat warung atau kios yang bukan pangkalan ikut menjual elpiji 3 kg, maka dinilainya ada kekeliruan dalam jalur pendistribusian.

“Apalagi, jika di jual di atas HET atau tidak sesuai dengan harga yang telah di tetapkan Surat Keputusan (SK) Bupati Gorontalo Utara,” cetusnya.

Sebab, di akuinya elpiji bersubsidi tersebut hanya dapat diperoleh di pangkalan resmi dan hanya untuk RTS dan penerima manfaat.

Namun demikian, kata Andi, DPRD akan mengundang mitra kerja terkait agar dapat mengetahui perkembangan ketersediaan bahan bakar di daerah ini, baik premium, maupun pertalite, khususnya elpiji bersubsidi.

“Terlebih menghadapi bulan Ramadhan 2021 di harapkan tidak terjadi kekosongan stok,” ungkapnya.

Sementara itu saat di konfirmasi, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Gorontalo Utara, Ahyun Blongkod mengakui tidak ada kenaikan harga elpiji khususnya tabung isi 3 kg.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top