Gubernur Rusli Terus Dorong Pemanfaatan Lahan untuk Bercocok Tanam - REPUBLIKPOS.COM
Provinsi Gorontalo

Gubernur Rusli Terus Dorong Pemanfaatan Lahan untuk Bercocok Tanam

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama istri Idah Syahidah dan sejumlah pimpinan OPD Pemprov Gorontalo saat melakukan panen cabai di Desa Butu Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango, Jumat (6/11/2020). (Foto: Humas)

Republikpos, Bone Bolango – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie terus mendorong masyarakat memanfaatan lahan atau pekarangan rumah untuk bercocok tanam. Hal itu disampaikan Gubernur Rusli saat melakukan panen cabai di lahan demplot Dinas Pertanian, Desa Butu Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango, Jumat (27/11/2020).

Rusli menjelaskan kedatangannya bersama istri dan sejumlah pimpinan OPD ke lokasi itu sebagai bentuk percontohan dan dorongan kepada masyarakat. Secara khusus ia meminta masyarakat untuk memanfaatkan lahan atau pekarangan rumah untuk bercocok tanam.

“Semoga ini bisa dicontoh masyakarat supaya bisa mengurangi harga cabai di pasar. Harga cabai tidak pernah turun dari Rp30 ribu, selalu di atas. Mudah-mudahan dengan giat seperti ini bisa di contoh masyarakat lain agar kebutuhannya juga terpenuhi dari halaman rumah,” tutur Rusli.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljady Mario mengharapkan semangat para petani untuk bercocok tanam terus terjaga. Meski pandemi tengah melanda, ia menginginkan petani tetap produktif.

“Gubernur dan Ibu saja mau turun sama-sama untuk panen langsung, masa kita tidak. Pak Gubernur dan Ibu sudah memberikan contoh, ini yang harus kita ikuti,” jelas Mario.

Khusus cabai, Mario mengimbau masyarakat untuk mengembangkan varietas lokal Gorontalo. Cabai lokal dinilainya unggul dan diminati masyarakat luar Gorontalo.

“Tidak cuma Gorontalo, Sulawesi utara juga carinya cabai varietas lokal kita. Alasannya yaitu awet kalau disimpan, tingkat kepedasannya juga lebih tinggi dan relatif lebih tahan terhadap iklim, cuaca, penyakit dan hewan-hewan pengganggu,” tandasnya.

Panen cabai di lahan seluas tiga hektar tersebut dilakukan setiap minggunya. Cabai-cabai yang telah berwarna merah dipetik oleh para pekerja di lokasi tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top