Anggaran Program PEN Pemprov Gorontalo Cair Mulai Hari Ini - REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
alterntif text
Provinsi Gorontalo

Anggaran Program PEN Pemprov Gorontalo Cair Mulai Hari Ini

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (dua kiri) dan Direktur Utama PT SMI Persero Edwin Syahruzad (dua kanan) menandatangani Surat Perjanjian Pinjaman program PEN tahun 2020. Pemprov Gorontalo mendapat kucuran dana Rp33,4 miliar untuk membiayai infrastruktur padat karya dan penataan destinasi wisata. (Foto: BPPG)

Republikpos, Jakarta – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Pinjaman antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) Persero yang diwakili Direktur Utama Edwin Syahruzad di Jakarta. Dengan ditandatanganinya perjanjian tersebut maka pinjaman terkait program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk Pemerintah Provinsi Gorontalo sudah bisa dicairkan mulai Kamis (19/11/2020).

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bapppeda) Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki menjelaskan, pinjaman program PEN Gorontalo tahun 2020 sejumlah Rp33,4 miliar. Angka itu bisa saja lebih rendah disesuaikan dengan realisasi pekerjaan fisik di lapangan.

“Kita mengusulkan untuk dua sektor yakni infrastruktur padat karya dan penataan destinasi wisata. Untuk pencairannya disesuaikan dengan realisasi pekerjaannya nanti. Ini kan program untuk tahun 2020, nah kita diberi relaksasi pencairan hingga Maret 2021,” tutur Budi usai mendampingi Gubernur Rusli.

Budi menjelaskan berbagai keuntungan dari program PEN yang menjadi kebijakan pemerintah pusat tersebut. Diantaranya masa pembayaran pinjaman selama tiga tahun dan tanpa bunga. Pemprov hanya diwajibkan biaya pengelolaan sebesar 0,185 persen. Pinjaman dibayar setelah tiga bulan hari ulang tahun perjanjian setiap tahunnya.

“Pembayarannya langsung dipotong di dana transfer daerah dari Dana Alokasi Umum (DAU). Begitu penjelasan dari PT SMI,” imbuhnya.

Budi menilai pinjaman ini sangat penting untuk menggerakkan sektor ekonomi di daerah. Pandemi covid-19 membuat pemprov harus mengalihkan lebih kurang Rp200 miliar APBD ke sektor kesehatan, Jaring Pengamanan Sosial dan pemulihan ekonomi.

Artikel Terkait Harga Gula Naik, Pemprov Bersiap dengan Operasi Pasar
“PEN ini diarahkan membiayai program padat karya seperti irigasi, jalan dan jembatan. Jadi selain infrastruktur yang baik diharapkan anggaran ini bisa menarik banyak pekerja. Ada juga pemulihan destinasi wisata yang diharapkan kembali bergairah usai pandemi covid-19,” jelas Budi.

Tahun ini Pemprov Gorontalo mengusulkan Rp34,198 miliar PEN ke pemerintah pusat. Anggaran itu untuk membiayai delapan program kegiatan di bidang pariwisata senilai Rp4,1 miliar dan enam program kegiatan di bidang infrastruktur senilai Rp29,3 miliar serta satu kegiatan bidang pertanian Rp750 juta. Usulan yang diakomodir PT SMI sebanyak Rp33,4 miliar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top