Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabgor Terapkan Protokol Kesehatan Ketat - REPUBLIKPOS.COM
Kabgor

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabgor Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Republikpos, Limboto – Pemerintah Kabupaten Gorontalo mengizinkan masyarakat untuk melaksanakan tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW dengan sejumlah aturan ketat serta tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Akan kami kedepankan adalah dalam sisi protokol kesehatan. Jadi ada pembatasan,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabgor, Asri Tuna saat memimpin rapat di Aula Madani Kantor Bupati, Kamis (15/10/2020).

Asri mencontohkan pelaksanaan tradisi zikir atau Dikili yang biasanya berlangsung beberapa minggu, kini dilaksanakan serentak di semua masjid.

“Maksudnya, ada pembatasan zikir itu di masing-masing masjid. Jika sendiri-sendiri, bisa jadi ada masjid yang membludak jamaahnya. Itu yang tidak kita inginkan,” ucapnya.

Tak hanya pelaksanaan Dikili yang bakal diperketat, pemberian Tilangga, Walima hingga Walima Puluto juga akan diatur ketat agar masyarakat tidak berdesakan.

“Artinya penjagaan oleh Satpol PP dilakukan sedemikian rupa. Insyaallah perencanaan ini akan berjalan dengan baik. Jangan sampai lahir klaster Maulid. Maka inisiasi ini yang kami lakukan, mudah-mudahan masyarakat bisa memahami dan menerima,” lanjut Asri.

“Yang jelas kaitan dengan protokol kesehatan, kita meminta rekomendasi dari Kesbang dan juga Kepolisian. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.

Republikpos, Limboto – Pemerintah Kabupaten Gorontalo mengizinkan masyarakat untuk melaksanakan tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW dengan sejumlah aturan ketat serta tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Akan kami kedepankan adalah dalam sisi protokol kesehatan. Jadi ada pembatasan,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabgor, Asri Tuna saat memimpin rapat di Aula Madani Kantor Bupati, Kamis (15/10/2020).

Asri mencontohkan pelaksanaan tradisi zikir atau Dikili yang biasanya berlangsung beberapa minggu, kini dilaksanakan serentak di semua masjid.

“Maksudnya, ada pembatasan zikir itu di masing-masing masjid. Jika sendiri-sendiri, bisa jadi ada masjid yang membludak jamaahnya. Itu yang tidak kita inginkan,” ucapnya.

Tak hanya pelaksanaan Dikili yang bakal diperketat, pemberian Tilangga, Walima hingga Walima Puluto juga akan diatur ketat agar masyarakat tidak berdesakan.

“Artinya penjagaan oleh Satpol PP dilakukan sedemikian rupa. Insyaallah perencanaan ini akan berjalan dengan baik. Jangan sampai lahir klaster Maulid. Maka inisiasi ini yang kami lakukan, mudah-mudahan masyarakat bisa memahami dan menerima,” lanjut Asri.

“Yang jelas kaitan dengan protokol kesehatan, kita meminta rekomendasi dari Kesbang dan juga Kepolisian. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top