Ini Harapan Rudy Wahab Usai Diperiksa Penyidik KPK Terkait Kasus Rahmat Yasin - REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
alterntif text
Daerah

Ini Harapan Rudy Wahab Usai Diperiksa Penyidik KPK Terkait Kasus Rahmat Yasin

Republikpos, Jakarta – Rudy Wahab salah satu saksi dalam kasus gratifikasi mantan Bupati Kabupaten Bogor periode 2009-2014, Rahmat Yasin, kembali dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (18/8/2020). Rudy mengaku ini merupakan pemanggilan kedua setelah sebelumnya pada 27 Juli 2020 lalu.

Usai diperiksa, Rudy Wahab mengungkapkan jika penyidik fokus kepada sejauh mana pengembalian tanah 20 hektar kepada dirinya. Ia pun menuturkan bahwa hingga saat ini belum ada proses pengembalian.

“Saya sudah cek langsung lokasi tanah tersebut ada beberapa hektar yang sudah dijual ke pihak lain dan saat ini pihak-pihak yang sudah menyalahgunakan tanah tersebut sedang dalam proses pemeriksaan penyidik,” ungkap Rudy.

Dirinya berharap agar tanah tersebut bisa segera dikembalikan. Rudy berencana akan memafaatkan tanah seluar 20 hektar itu untuk membangun kampung santri yang akan diberi nama “Kampung Santri Tilongkabila”.

“Keinginan saya agar tanah 20 hektar tersebut bisa segera di kembalikan dan saya sudah memiliki rencana di atas tanah tersebut akan di bangun kampung santri dengan nama Kampung Santri Tilongkabila,” imbuhnya.

Rudy menyebut nama Tilongkabila sendiri diambil dari nama gunung tertinggi di Provinsi Gorontalo dengan harapan agar para santri yang ada di Kota Santri Tilongkabila memiliki cita-cita yang tinggi dan memiliki keinginan yang kokoh kuat dalam mengejar masa depan yang lebih baik.

Sebelumnya, KPK menetapkan Rahmat Yasin Bupati Bogor periode 2008-2014 sebagai tersangka pada 24 Mei 2019 lalu dengan kasus dugaan meminta, menerima atau memotong pembayaran dari para satuan perangkat kerja daerah (SKPD) selama menjabat Bupati Bogor sekitar Rp 8,93 miliar.

Uang itu diduga digunakan untuk biaya kampanye pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif yang diselenggarakan pada tahun 2013 dan 2014. Selain itu, Rahmat Yasin juga diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor dan Toyota Velflre senilai Rp 825 juta.

Pewarta : Rais Kamali

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top