Dorong Ekspor Jagung Terus Berjalan, Ini Harapan Bupati Kabgor - REPUBLIKPOS.COM
Kabgor

Dorong Ekspor Jagung Terus Berjalan, Ini Harapan Bupati Kabgor

Republikpos, Limboto – Bupati Kabupaten Gorontalo, Nelson Pomalingo menilai ekspor yang berjalan di tengah pandemi Covid-19, mengindikasikan adanya produktivitas masyarakat yang semakin membaik.

Hal tersebut diutarakan Bupati nelson usai menghadiri pelepasan ekspor jagung yang dilakukan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa di Pelabuhan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Sabtu (15/8/2020) kemarin.

“Saya berharap ekspor seperti ini terus jalan agar supaya harga terjamin, bersaing dan masyarakat terus bersemangat terutama petani. Saya juga mengimbau para eksportir agar tidak sekedar mengambil barang tapi bagaimana mendorong masyarakat bisa menanam dengan baik. Salah satunya bibit dan sebagainya,” harapnya.

Sementara itu Menteri PPN/Bappenas, Suharso Monoarfa, mengungkapkan akan mendorong pengembangan program korporasi untuk para petani di Gorontalo.

“Gorontalo akan menjadi salah satu piloting untuk program korporasi petani. Program ini merupakan permintaan dari bapak presiden, dan kami yang mendesainnya dengan tujuan nilai tukar petani khususnya petani jagung akan meningkat,” ungkap Suharso.

Selang Januari hingga Agustus 2020, Provinsi Gorontalo telah empat kali mengekspor jagung ke Filipina dengan total ekspor sebanyak 30.400 ton senilai Rp125,5 miliar. Ekspor perdana pada 9 Juni 2020 sebanyak 6.100 ton senilai Rp24,7 miliar, disusul ekspor kedua pada 17 Juni 2020 sebanyak 6.300 ton dengan nilai Rp25,9 miliar. Ekspor ketiga dilakukan pada Juli 2020 sebanyak 6.100 ton senilai Rp24,8 miliar.

Ekspor jagung untuk keempat kalinya pada tahun 2020 yang dilepas oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, sebanyak 12.000 ton dengan nilai mencapai Rp49,9 miliar. Sedangkan untuk tetes tebu sebanyak 11.700 ton, dengan nilai sebesar Rp31,2 miliar.

“Mudah-mudahan selain dengan ekspor yang sifatnya komuditas ini, bisa dikembangkan dengan ekspor hasil pertanian lainnya atau industri yang berbasis pertanian di Gorontalo, saya kira gorontalo akan menjadi salah satu wilayah yang dapat di andalkan mengatasi defisit secara nasional,” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top