Thariq Sesalkan Sikap PLTU Tak Koordinasi Soal Kedatangan 13 TKA Asal Cina - REPUBLIKPOS.COM
Gorontalo Utara

Thariq Sesalkan Sikap PLTU Tak Koordinasi Soal Kedatangan 13 TKA Asal Cina

Thariq Modanggu (wakil bupati gorontalo utara) saat melakukan sidak ke PLTU Tanjung Karang, Jumat (7/8/2020).

Republikpos, Gorut – Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu tidak bisa menyembunyikan kekesalannya saat mengetahui 13 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang hendak bekerja di PLTU Tanjung Karang, Kecamatan Tomilito tiba di Gorontalo, Rabu (5/8/2020) kemarin. Wabup Thariq menilai, pihak investor PLTU dalam hal ini PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP) tidak mengindahkan hasil kesepakatan rapat beberapa waktu lalu.

“Pagi ini, sekitar pukul setengah delapan, saya kaget setelah mendengar informasi bahwa ternyata sudah ada Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina sebanyak 13 orang yang tiba di Gorontalo pada hari Rabu kemarin (5/8/2020),” ujar Wabup Thariq usai melakukan pengecekan di PLTU Tomilito, Jumat (7/8/2020).

Saat melakukan pengecekan bersama Kapolres Gorut dan Kadis Nakertrans Gorut, Wabup Thariq menemukan 13 orang TKA asal Cina sudah berada di PLTU Tomilito.

“Kami melakukan pengecekan dan ternyata benar bahwa sudah ada 13 orang TKA asal Cina di PLTU Tomilito. Kami juga mengecek dokumen-dokumen yang tadi sudah diperlihatkan oleh pak Suwarno selaku HRD di sana,” ungkap Thariq.

“Kami terus terang kesal kepada Pihak PLTU, merujuk rapat yang dipimpin oleh pak Wakil Gubernur beberapa waktu lalu yang dihadiri oleh Forkopimda serta berbagai unsur terkait, kami menyepakati bahwa pihak PLTU dalam hal ini PT. Gorontalo Listrik Perdana (GLP) agar lebih proaktif berkoordinasi dan berkomunikasi menyampaikan informasi tentang rencana kedatangan, transparansi dokumen, serta pengawasan di dalamnya. Nah, ini tidak dilakukan oleh mereka,” beber wabup.

Thariq kembali mengingatkan agar pihak PLTU bisa lebih cepat memberikan informasi kepada Pemda Gorut terkait rencana kedatangan TKA.

“Agar kami bersama-sama bisa melakukan pengecekan dalam rangka pengawasan. Kami juga bisa memberikan informasi kepada masyarakat. Jangan sampai timbul kegaduhan terlebih dahulu, baru itu kami diberikan informasi,” tegasnya.

Sementara itu, pihak PLTU kepada Wabup Thariq mengaku telah melaporkan rencana kedatangan TKA ini kepada pihak imigrasi dan tenaga kerja.

“Tadi pihak PLTU, melalui HRD menyampaikan bahwa mereka juga telah melaporkan rencana kedatangan ini kepada pihak imigrasi dan tenaga kerja. Tapi, kami menyampaikan bahwa karena ini sudah menimbulkan tuntutan publik yang sudah cukup deras, sehingga kami selaku pemerintah daerah dimana tempat beradanya PLTU, harus mendapatkan informasi, walaupun kewenangannya ada di provinsi, tapi kami berada di Gorut, sehingga kalau ada hal-hal yang berkaitan dengan sosial, keamanan, apalagi soal penanganan Covid-19, maka itu menjadi tanggung jawab kami,” pungkasnya.

Pewarta: Matris Salim

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top