Gubernur Tegaskan Tidak Semua Anggaran Beasiswa Direalokasi - REPUBLIKPOS.COM
Provinsi Gorontalo

Gubernur Tegaskan Tidak Semua Anggaran Beasiswa Direalokasi

Suasana diskusi pada silaturahim Forkopimda bersama Presiden BEM se Provinsi Gorontalo di Domestique Cafe, Sabtu (4/7/2020). Sejumlah hal mengemuka pada diskusi tersebut diantaranya kebijakan realokasi beasiswa bagi mahasiswa dan kebijakan rapid test bagi pelaku perjalanan yang ingin masuk Gorontalo. (Sumber Foto: Humas)

Republikpos, Gorontalo – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengungkapkan pergeseran anggaran diawal pandemi covid-19 merupakan sebuah keharusan. Pemerintah pusat sudah menginstruksikan agar setiap daerah memfokuskan anggaran untuk tiga hal penting yakni sektor kesehatan, Jaring Pengamanan Sosial dan pemulihan ekonomi.

“Namanya pertanian, PU, infrastruktur itu dipotong semua. Kalau kami tidak realokasi, langsung dipotong kurang lebih Rp300 miliar anggarannya. Untuk penanganan covid-19 bukan hanya provinsi, tapi juga kabupaten dan kota. Anggaran pemerintah pusat 650 triliun direalokasi untuk covid-19,” beber Rusli saat menghadiri Silaturahim Forkopimda dengan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Presiden BEM se Provinsi Gorontalo yang berlangsung di Domestique Cafe, Sabtu (4/7/2020) kemarin.

Rusli menegaskan alokasi untuk beasiswa tidak semuanya direalokasi. Ada beasiswa yang sifatnya prioritas yakni untuk beasiswa dokter umum dan dokter spesialis yang memang ilmu dan tenaganya sangag dibutuhkan daerah.

“Sekarang kita lebih selektif. Bukan saya mengabaikan ilmu yang lain tidak, tapi Gorontalo butuh dokter baik umum dan spesialis. Kita butuh orang Gorontalo dokter yang sampai mati pun dia berkarya untuk Gorontalo,” tegasnya.

Rusli berharap mahasiswa memahami kondisi daerah secara utuh. Jika ada hal yang ingin disampaikan, Rusli membuka diri. Bahkan nomor HP pribadinya diumumkan di semua media sebagai tempat untuk mengadu, bertanya atau menyampaikan kiritik.

“Orang yang nomornya tidak saya kenal saja saya balas, kenapa harus ke media sosial? Itu memang dialokasikan ke sana. Perjalan dinas kami potong, rapat-rapat kami potong, makan minum kami potong. Semuanya dipotong,” sambungnya.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa menggelar aksi sebagai bentuk kekecewaan akibat dari direalokasinya anggaran beasiswa untuk penanganan covid-19. Mahasiswa calon penerima beasiswa beramai-ramai mengganti foto profil akun medsos dengan tagar Kami Kecewa dengan Gubernur Gorontalo.

“Ini bukan hendak meminta-minta beasiswa, tetapi di tengah pandemi covid-19 seperti ini banyak orang tua mahasiswa yang merasakan kesusahan khususnya dampak perekonomian. Maka dari itu slogan bahwa kami kecewa dengan Gubernur Gorontalo karena beasiswa digeser untuk pandemi covid-19,” ucap Presiden BEM UG, Mohamad Akbar Iyou.

Dalam silaturahim ini turut hadir Kapolda Irjenppl Adnas, Danrem 133 Nani Wartabone Birgjen Bagus Antonov Hardito. Hadir pula Kabinda Gorontalo dan perwakilan dari Kejaksaan Tinggi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top