IDI Gorontalo Minta Pemenuhan APD Hingga Rumah Sakit Darurat - REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Provinsi Gorontalo

IDI Gorontalo Minta Pemenuhan APD Hingga Rumah Sakit Darurat

Ikatan Dokter Indonesia Gorontalo Saat menggelar Konferensi pers, Minggu (29/3/2020).

Republikpos, Gorontalo – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kota Gorontalo meminta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar lebih memaksimalkan pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi seluruh tenaga medis yang saat ini berada di garda terdepan dalam pencegahan penyebaran wabah virus Covid-19 di Gorontalo.

Hal itu disampaikan Ketua IDI Wilayah Gorontalo dr. Irianto Sunda ,SpS saat menggelar konferensi pers terkait kondisi faktual penanganan dan pencegahan COVID-19 di Provinsi Gorontalo, Minggu (29/3/2020).

Irianto Dunda meminta kepada pemerintah provinsi serta Pemerintah kabupaten untuk bisa memenuhi kebutuhan Alat pelindung Diri (APD) karena berdasarkan pantauan di beberapa wilayah banyak tenaga medis kesehatan bekerja tanpa mengenakan APD.

“Kami minta agar para tenaga medis yang ada untuk bisa di fasilitasi dengan alat pelindung yang memadai , dan juga kami minta agar pengadaan alat deteksi dini/cepat (Rapid test) untuk bisa diadakan di setiap level pelayanan kesehatan yang ada di kawasan perbatasan,” ujarnya.

Permintaan tersebut merupakan salah satu poin yang disampaikan Ikatan Dokter Indonesia Provinsi Gorontalo bersama beberapa perhimpunan yang bernaung dalam organisasi IDI dan persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

7 poin pernyataan tersebut antara lain:

1. Meminta dengan tegas kepada pihak pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar lebih memaksimalkan pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi sejawat dan tenaga kesehatan se provinsi Gorontalo sesuai rumusan kebutuhan yang valid untuk siap di gunakan , karena kami tenaga medis bersama tenaga kesehatan lainnya tidak bekerja tanpa APD.

2. Mengoptimalkan pengadaan alat deteksi dini /cepat (Rapid test ), screni9 dan diagnostik (PCR) secara luas dan merata disetiap level fasilitas pelayanan kesehatan sehingga tidak terjadi penumpukan pasien ODP,PDP dan suspek covid-19 melalui usulan permintaan penambahan ke pemerintah pusat dan jika dipandang perlu mengupayakan secara mandiri berdasarkan kemampuan sumber daya yang dimiliki menggunakan metode kualitatif kebutuhan alat serta disesuaikan dengan eskalasi dari evolusi virus Corona di Gorontalo.

3. Meningkatkan dan memperluas pelaksanaan sosial distancing – Physical Distancing atau menjaga jarak yang dipantau , di awasi dan di lakukan oleh aparat penegak hukum.

4. Memutus rantai penularan dari daerah red Zine dengan memperketat pemeriksaan di pintu masuk provinsi sesuai dengan pedoman dari gugus tugas percepatan penanganan Covid-19.

5. Mengadakan rumah sakit darurat untuk menangani pasien covid-19 sehingga terfokus dan tidak mengganggu pelayanan kepada pasien lainnya.

6. Membuat dan melaksanakan simulasi penanganan Covid-19 dalam kondisi darurat dan bencana disetiap fasilitas layanan kesehatan termasuk menyediakan ambulance khusus untuk rujukan pasien.

7. Mengusulkan pemberian penghargaan kepada semua tenaga kesehatan yang melayani dan merawat pasien dengan status ODP , PDP ,Suspek dan confirm covid-19 berupa insentif termasuk mengasuransikan sesuai tingkat resiko dan kompetensi layanan yang diberikan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top