Mengembangkan Minat dan Bakat Anak Didik, Wiranti Bisa Jadi Inspirasi - REPUBLIKPOS.COM
Kabgor

Mengembangkan Minat dan Bakat Anak Didik, Wiranti Bisa Jadi Inspirasi

Mengembangkan Minat
dan Bakat Anak Didik, Wiranti Bisa Jadi Inspirasi

Oleh :
Fory Armin Naway
Dosen FIP Universitas Negeri Gorontalo dan Ketua PGRI Kab. Gorontalo

Wiranti yang saat ini tengah berjuang mengharumkan nama Gorontalo di Liga Dangdut Indonesia (LIDA) yang disiarkan stasiun Televisi Indosiar, bisa saja menjadi inspirasi dan spirit bagi guru dalam mengembangkan minat dan bakat anak didik. Meski upaya mengembangkan minat dan bakat anak didik hanya menjadi bagian dari pembelajaran ekstrakurikuler, namun kepekaan guru dalam melihat dan mengamati minat dan bakat anak didik menjadi sangat penting dan strategis mengantarkan anak-anak didik kita menjadi insan-insan yang bermanfaat dan memiliki masa depan yang gemilang.

Dalam konsep pembelajaran terdapat 3 aspek penting yang menjadi rujukan guru, yakni aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Namun ke depan, aspek psikomotorik nampaknya sangat penting dan relevan menjadi fokus perhatian karena sangat terkait erat dengan semakin besarnya tantangan yang dihadapi anak didik di masa-masa mendatang.

Wiranti bisa saja menjadi contoh, meski ia masih duduk di bangku pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA), namun talentanya sebagai seorang penyanyi yang handal dan kompetitif ternyata terkuak dan ia menemukan jalan penyalurannya.

Belajar dari sosok Wiranti juga dapat diperoleh pemikiran berharga, terutama bagi guru bahwa setiap individu yang dilahirkan di muka bumi ini memiliki bakat dan talenta yang harus diasah dan dikembangkan dan disediakan penyaluran bakat itu dalam dunia nyata. Dengan begitu, dunia pendidikan dapat berkontribusi tidak hanya mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi lebih dari itu dapat melahirkan insan dan generasi yang mampu mengisi ruang-ruang pentas yang dapat mengangkat harkat dan martabatnya, keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

Tidak hanya dunia seni, olahraga dan bidang lainnya, minat dan bakat anak didik sangat beragam dengan jumlah yang tak terhitung. Dari sektor ekonomi kreatif saja, terdapat 14 item yang bisa saja menjadi obyek pengembangan minat dan bakat anak didik.

Pertanyaannya, seperti apa model pengembangan minat dan bakat anak didik secara implementatif yang dapat dilaksanakan oleh para pendidik di sekolah? Untuk menjawab pertanyaan ini tedapat beberapa langkah konkrit yang dapat dilakukan oleh guru, baik secara personal dan kelembagaan. Pertama, Perubahan paradigma guru dalam mengajar sangat penting, yakni bagaimana merangsang minat dan bakat anak didik dapat muncul ke permukaan. Hal ini penting agar guru dapat melihat, mengamati, mengenalisis minat dan bakat anak didik yang masih tersimpan atau belum terekspresikan untuk terus diasah dan dikembangkan melalui kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler. Kedua, jika guru sudah mampu mendeteksi minat dan bakat anak didiknya, maka langkah selanjutnya adalah menyusun formula atau konsep pembinaan dan pengembangan minat serta bakat anak didik itu agar terus terasah dan berkembang. Ketiga, para guru juga dapat melakukan pendekatan dengan orang tua anak didik sehingga pihak orang tua dan keluarga turut menunjang mengembangkan minat dan bakat anak didik itu di tengah kehidupan keluarga. Keempat, Para guru hendaknya secara intensif memberikan motivasi dan dorongan kepada anak didiknya yang memiliki minat dan bakat tertentu untuk terus berlatih tanpa mengenal putus asa. Kelima, pihak sekolah dapat melakukan terobosan dengan menjalin kerjasama atau kemitraan, membentuk wadah bagi penyaluran minat dan bakat anak didiknya sehingga muncul rasa percaya diri anak didik untuk mengekspresikan minat dan bakatnya itu secara konkrit.

Sebagai gambaran, seorang anak didik yang memiliki talenta di bidang tarik suara misalnya, pihak guru dan sekolah tidak hanya melaksanakan event di sekolah, tapi lebih dari itu dapat bekerjasama dengan Event Organizer (EO) atau membentuk wadah bagi anak didik untuk terus berlatih mengembangkan talenta mereka di bidang tarik suara.

Jika terdapat anak didik yang memiliki talenta di bidang kepenulisan misalnya, guru atau pihak sekolah dapat membentuk wadah, seperti buletin sekolah atau semacamnya sebagai wahana bagi anak didik untuk mengasah kemampuan mereka di bidang tulis-menulis. Demikian juga talenta di bidang olahraga dan sektor ekonomi kreatif lainnya.

Perubahan paradigma guru dalam mengajar saat ini dan ke depan memang sangat penting dan relevan dengan tuntutan zaman. Apalagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, semakin membuka peluang yang besar bagi anak anak didik untuk terus berkembang.

Dengan begitu, setiap anak didik yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya di sekolah, tidak lantas menjadi barisan-barisan pengangguran yang selalu membawa surat lamaran kerja ke perusahaan-perusahaan dan menjadi Pegawai Negeri Sipil, tapi mereka akan menjadi generasi yang mampu mandiri, berdikari, unggul dan bedaya saing dan produktif, beridiri di atas kaki sendiri sehingga tidak menjadi beban bagi negara.

Tantangan bangsa ini ke depan adalah membludaknya angkatan kerja yang seakan sulit diatasi dalam rentang waktu yang sangat singkat. Oleh karena itu, dunia pendidikan memiliki peran strategis mempersiapkan generasi muda yang mandiri, produktif dan berdaya saing, yakni generasi yang mampu mengasah minat dan bakatnya di berbagai bidang kehidupan sehingga ia mampu berkarya bagi masa depan dirinya, keluarganya dan bahkan kerabat dekatnya.

Sosok Wirantilagi-lagi menjadi contoh, betapa derajat dan martabat orang tuanya yang seorang penjaja Nasi Kuning dengan latar belakang keluarganya yang miskin, semuanya berubah drastis dengan kehidupan yang lebih baik di masa-masa depan. Wiranti juga hampir dapat dipastikan, jika terorbit menjadi artis penyanyi papan atas, ia tidak hanya dapat mengangkat derajat dan martabat kehidupan keluarganya tapi juga mengharumkan nama Gorontalo di pentas nasional.

Wiranti dengan demikian menjadi sumber inspirasi bagi kita untuk lebih fokus mengembangkan minat dan bakat anak didik di sekolah sehingga negeri ini tidak disesaki oleh barisan pengangguran terdidik, melainkan penuh dnegan barisan generasi yang memiliki potensi untuk berkembang dan menjadi generasi yang mandiri, produktif dan berdaya saing di atas kaki sendiri. (***)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top