Lewat Skema KBPU, Pengembangan RS Ainun Habibie Habiskan Rp596 Miliar - REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Provinsi Gorontalo

Lewat Skema KBPU, Pengembangan RS Ainun Habibie Habiskan Rp596 Miliar

Drs. H. Rusli Habibie, M.AP. (Gubernur Provinsi Gorontalo) bersama Dr. Ir. H. Suharso Monoarfa (Menteri PPN/Bappenas).

Republikpos, Gorontalo – Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie melaporkan kesiapan lelang Rumah Sakit dr. Hj. Hasri Ainun Habibie (RS Ainun Habibie) kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa, Senin (9/3/2020).

“Hari ini saya bertemu Pak Suharso untuk menyampaikan rencana lelang RS Ainun. Proyek ini sejak awal mendapat atensi dan asistensi dari Bappenas bersama sejumlah kementerian lainnya,” terang Rusli.

Lebih lanjut Rusli menjelaskan, dokumen lelang saat ini sudah hampir selesai. Sebelum itu, pemprov sedang menunggu tim pendampingan dari Kejaksaan Tinggi Gorontalo.

“Surat pemprov sudah dibalas oleh kejaksaan tinggi. Hari ini sudah keluar SK tim pendampingan. Tahap berikutnya tinggal merampungkan dokumen lelang atau RFP (request for proposal),” imbuhnya.

Berdasarkan hasil hitung-hitungan konsultan dan rekomendasi aparat penegak hukum, nilai pengembangan RS Ainun ditaksir sebesar Rp596 miliar. Angka itu relatif lebih kecil dari perhitungan awal sebesar Rp801 miliar.

Rencananya, Rumah sakit umum provinsi itu akan dikembangkan dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Skema KPBU ini menjadi solusi bagi daerah yang butuh membangun layanan dasar, namun terkendala APBD yang minim.

Dengan skema tersebut, memungkinkan pemerintah daerah membangun infrastruktur tanpa biaya besar dalam satu tahun anggaran. Jasa atas layanan infrastruktur yang dibangun swasta dibayar pemerintah setiap tahun dengan jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top