Komisi I Soroti Distribusi Pupuk di Kabgor - REPUBLIKPOS.COM
Kabgor

Komisi I Soroti Distribusi Pupuk di Kabgor

Republikpos, Limboto – Komisi I DPRD Kabupaten Gorontalo menyoroti distribusi pupuk ke petani yang dinilai belum merata. Anggota Komisi I, Jasmia Sulaeman menyebut pembagian pupuk kepada petani masih belum merata hingga saat ini dan penyalurannya pun dinilai tak tepat sasaran.

“Seperti yang terjadi di Limboto banyak petani yang mengeluhkan tidak tersedianya pupuk ketika musim tanam tiba. Karena pupuk yang paling dibutuhkan oleh masyarakat itu adalah dua jenis pupuk yaitu pupuk urea dan pupuk ponstan. Tetapi saat musim tanam tiba pupuknya tidak ada,” ungkap Jasmia saat rapat kerja Distributor pupuk dan UD. Tani Makmur, Selasa (11/2/2020).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, srikandi Partai hanura ini meminta agar distributor pupuk untuk menambah supplier pupuk terutama untuk ketersediaan dua jenis pupuk yang sangat dibutuhkan masyarakat jelang waktu tanam.

“Saya berharap kepada para distributor pupuk untuk menambah supplier pupuknya. Kan ada juga ladang yang tidak termasuk dalam kelompok, maka mereka akan mengambil pupuk dari mana. Sementara pupuk non subsidi itu agak mahal harganya. Jadi dengan ini kami sangat berharap agar supplier pupuk itu bisa ditambah lagi,” harap Jasmia.

Senada dengan Jasmia, Ketua komisi I DPRD Kabgor, Nasir Potale mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan masih ditemukan beberapa kendala dalam proses pendistribusian pupuk bersubsidi. Selain belum meratanya pasokan pupuk, juga ada beberapa pengecer yang diduga memperjualbelikan pupuk.

Nasir menegaskan kepada pihak distributor pupuk agar memberikan peringatan atau bahkan mencabut izin para pengecer dan penyalur jika terbukti bermain curang dalam pendistribusian pupuk.

“Saya harap pihak distributor memberikan arahan kepada pengecer dan penyalur pupuk apabila ada yang melanggar maka diberikan sanksi atau dicabut saja izinnya,” kata Nasir.

Politisi Demokrat ini juga meminta kepada pengecer untuk tidak berpihak pada kawasan pertanian tertentu. Petani sering terpaksa mengantre untuk membeli pupuk bersubsidi tapi belum tentu mendapat hasil memuaskan.

“Para petani sering antre untuk mendapatkan pupuk. Begitu tiba waktu tamam ternyata sudah habis. Makannya para petani sering terpaksa tidak memupuk padi hingga musim panen,” ucap Nasir.

Nasir juga mengingatkan kepada para distributor untuk mengevaluasi kembali para pengercer pupuk yang mungkin bermasalah sehingga ketersediaan pupuk ini tidak terlalu menjadi masalah besar.

“Saya meminta distributor untuk melakukan evaluasi kepada pengecer-pengecer pupuk yang mungkin bermasalah, sehingga masalah pupuk yang sering dikeluhkan petani tidak terlalu menjadi masalah besar,” ujar Nasir.

Pewarta: Arna

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top