10 Desa di Pohuwato dapat Program Pengadaan Jaringan Internet - REPUBLIKPOS.COM
Pohuwato

10 Desa di Pohuwato dapat Program Pengadaan Jaringan Internet

alterntif text

Republikpos, Jakarta – Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi  Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informatika Dhia Anugrah Febriansa membuka Focus Gorup Discussion (FGD) dengan tema “Peningkatan Peran Pemangku Kepentingan Dalam Penetrasi Layanan Telekomunikasi dan Informasi Desa” yang berlangsung selama 4 hari mulai 17 hingga 20 oktober 2019 di Gedung Penerangan Taman Mini Indonesia Indah(TMII) Jakarta Timur.

Dalam sambutannya, Dhia Anugrah Febriansa meminta agar sumber daya alam dan kearifan lokal desa jangan sampai dilupakan, Untuk itu Badan Aksesibilitas Teknologi dan Informasi (BAKTI) hadir menjembatani hal tersebut. Semua pihak diharapkan memiliki komitmen yang kuat bertanggungjawab dalam hal alokasi dana untuk program ini maupun pengembangan SDM bersama ISP.

Dalam kesempatan itu juga, dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama TRIPARTIT Bakti-Badan Usaha Milik Desa-ISP. Untuk Desa yang sudah terdata dan memiliki program untuk pengadaan jaringan internet.

Adapun desa-desa di Kabupaten Pohuwato yang mendatangani dan menjadi bagian dari program ini adalah :

-Kecamatan Taluditi:
Desa Panca Karsa I
Desa Panca Karsa II
Desa Malango
Desa Makarti Jaya
Desa Tirto Asri
Desa Kalimas
Desa Puncak Jaya

-Kecamatan Popayato
Desa Torosiaje darat
Desa Torosiaje laut
Desa Bumi Bahari

Sementara itu, Kepala Bidang Telekomunikasi dan Informasi Publik Dinas Komunikasi Informatika dan statistik Pohuwato, Nurmila H.Atjil berharap lewat FGD ini, BUMDes dan Kepala Desa bisa memanfaatkan dan menambah wawasan dan untuk memajukan Desa dalam bidang telekomunikasi internet.

“Alhamdulillah di Kecamatan Taluditi, semua Desa sudah memiliki akses internet bekerjasama dengan Bakti, VSAT (very small aperture terminal) disediakan oleh Bakti dan semua biaya berasal dari Bakti. Kedepan pengelolaan dan penggunaan akses internet tidak lagi melalui satelit tapi menggunakan Fiber optik dan radio frekwensi tapi tetap di fasilitasi oleh Bakti,” ungkap Nurmila.

Nurmila menambahkan, semua peserta FGD yang ada di Jakarta saat ini akan mendapatkan bimbingan teknis di Desa Pancamandala Tasikmalaya Jawa barat, salah satu Desa percontohan yang sukses mengembangkan BUMDes dalam bidang telekomunikasi internet.

“Di Pohuwato saat ini baru 10 Desa di dua kecamatan yang berkesempatan mengikuti acara FGD dan menandatangani perjanjian kerjasama ini, Kami sudah mengajukan melalui Bakti (Badan Aksesibilitas Teknologi dan Informasi) agar kerjasama untuk memperoleh akses internet ini bisa hadir di seluruh Desa di Pohuwato yang belum memiliki akses internet,” ujarnya.

Peserta FGD ini sendiri berasal dari sejumlah desa dari seluruh Indonesia yang telah di programkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika termasuk 10 Desa dari Kabupaten Pohuwato.

Hadir sebagai Peserta FGD dari pohuwato adalah: Kepala Bidang Telekomunikasi dan Informasi Publik Dinas Komunikasi Informatika dan statistik Pohuwato, Nurmila H.Atjil, Camat Taluditi Irwanti Suparma, Camat Popayato, Kadir Amran serta perwakilan Kepala Desa dan BUMDes dari 7 desa di Kecamatan Taluditi dan 3 desa di Kecamatan Popayato.

Pewarta: Rais Kamali

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top