Kisruh Tapal Batas Gorut-Buol, Warga Tolinggula Kembali Blokir Jalan - REPUBLIKPOS.COM
Gorontalo Utara

Kisruh Tapal Batas Gorut-Buol, Warga Tolinggula Kembali Blokir Jalan

Puluhan warga tolinggula akan memblokir akses jalan dilokasi tapal batas.
alterntif text

Republikpos, Gorut – Puluhan warga Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara kembali melakukan aksi pemblokiran akses jalan yang berada di wilayah perbatasan Kecamatan Tolinggula dan Kecamatan Palele, Selasa (15/10/2019). Aksi warga ini merupakan buntut dari kisruh tapal batas antara Kabupaten Gorontalo Utara dan Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah yang belum menemui titik temu.

Hendrik Mako salah seorang warga Tolinggula mengaku, aksi pemblokiran jalan di wilayah perbatasan ini dipicu informasi warga di Kecamatan Palele yang menyebut bahwa wilayah perbatasan yang ada di Kecamatan Tolinggula merupakan milik Kecamatan Palele.

“Mereka mengatakan di setiap hajatan warga di Kecamatan Palele bahwa wilayah perbatasan sudah milik mereka, olehnya itu hari ini kami warga Kecamatan Tolinggula melakukan aksi pemblokiran jalan,” tegas Hendrik.

Sementara itu, anggota DPRD Gorut dari Fraksi Partai amanat nasional (PAN), Lukman botutihe mengatakan, aksi pemblokiran jalan yang dilakukan oleh puluhan warga Kecamatan Tolinggula, merupakan reaksi dari rasa khawatir para warga tersebut jika kehilangan wilayah yang ada di Kecamatan Tolinggula.

“Ini bentuk protes serta bagian dari wujud rasa khawatir para warga kita yang takut kehilangan wilayah yang ada di Kecamatan Tolinggula. Saya mengkhawatirkan keharmonisan antara Kecamatan Palele dan Tolinggula bisa terganggu dikarenakan adanya kepentingan-kepentingan individu,” jelasnya.

Lukman menyebut adanya konflik yang terjadi di wilayah perbatasan, dikhawatirkan ketergantungan Kecamatan Palele terhadap Kecamatan Tolinggula bisa terganggu dikarenakan adanya pemblokiran akses jalan ini.

“Kita tahu bersama, ada sekitar 70 persen warga Kecamatan Palele yang sangat bergantung dengan Kecamatan Tolinggula. Nah kalau ini terus bergejolak, kami khawatirkan konflik ini akan terus berlanjut dan akan merugikan banyak pihak,” papar Lukman.

Camat Tolinggula Rizal Yusuf Kune yang dikonfirmasi atas kabar ini, mengaku memang benar tapal batas Gorut-Buol di Kecamatan Tolinggula kembali diblokir. Namun demikian dirinya membantah kalau jalan yang dilewati sudah dicor.

“Tidak benar kalau sudah dicor. Cuma ada pasir dan kayu,” ujar Rizal. Pihaknya pun saat ini sementara bernegosiasi dengan sejumlah pemuda yang saat ini telah bergabung dengan masyarakat, agar dapat kembali membuka akses jalan seperti sediakala. Karena itu kan akses nasional. Jadi kita sekarang sementara negosiasi dengan masyarakat agar membuka dulu, karena ini sementara dalam pembahasan. Jangan sampai dengan adanya pemicu ini, jadi blunder bagi kita (Gorut). Saya juga sudah dapat arahan dari Pak Bupati, untuk pembahasan soal tapal batas ini di provinsi yang melibatkan dua daerah, yakni Gubernur Sulawesi Tengah dan Gubernur Gorontalo bersama dua bupati (Gorut dan Buol),” ungkap Rizal.

Pewarta: Matris Salim

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top