Pemprov Kalsel Studi Komparasi Penangan Stunting di Kabgor - REPUBLIKPOS.COM
Kabgor

Pemprov Kalsel Studi Komparasi Penangan Stunting di Kabgor

alterntif text

Republikpos, Limboto – Pemerintah Provinsi Kalimantan selatan melakukan studi komparasi di Kabupaten Gorontalo terkait program penanganan stunting. Rombongan Pemprov Kalsel diterima langsung Sekda Kabgor, Hadijah U Tayeb di Ruang Madani Kantor Bupati Gorontalo, Senin (7/10/2019).

Sekda Hadijah memaparkan kiat-kiat pemda Kabgor dalam penanganan stunting yang dicetuskan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo. Sejumlah program yang dilaksanakan melibatkan semua OPD, stakeholder, masyarakat bahkan kaum ibu-ibu di organisasi PKK. Selain itu, kebijakan penganggaran juga dipaparkan dihadapan rombongan Pemprov Kalsel.

Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, Nurul Fajar Desira, mengatakan ada hal menarik dan bisa nanti di Amati, Tiru dan Modifikasi atau Mengadopsi (ATM) yang dilakukan daerah ini sebagai daerah pilot project penanganan stunting tercepat.

“Kami akan mengadopsi kebijakan daerah ini dalam mendorong komunitas untuk gerakan masyarakat (Germas) hingga mengaplikasikan germas itu sendiri,” ucap Nurul.

Menurut Nurul, hal luar biasa yang dilakukan oleh Pemda Kabgor dalam menurunkan angka stunting sangat signifikan adalah dapat menekan angka kematian balita dan angka kematian ibu.

“Kegiatan dan programnya sangat komprehensif, luar biasa dan ini barangkali yang akan kita coba adopsi di Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

 

“Mungkin juga, Kami bisa mengajak Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan untuk belajar ke Kabgor dalam rangka penanganan dan penurunan stunting,” tutur Nurul.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Mohammad  muslim menambahkan, kunjungan ke Kabupaten Gorontalo tak lain untuk melihat progres dan upaya pemerintah Kabupaten Gorontalo dalm hal penurunan angka stunting.

“Kita ingin melihat hasil yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo,” tambahnya.

Muslim mengaku, yang paling menarik di Kabupaten Gorontalo adalah menggerakkan masyarakat tertentu. Dan ini merupakan model yang jarang di temukan di daerah lain. Pemerintah Kalimantan Selatan kata Muslim, sangat serius mencoba mengadopsi dan mengadaptasi apa yang dilakukan oleh teman-teman di Kabupaten Gorontalo.

“Pada intinya yang menarik itu, pertama, bagaimana upaya mengerakan sektor-sektor terkait, karena kita tahu bersama berbicara stunting, 70 persen ada di sektor lain yang disebut sektor sensetif,” kata Muslim.

“Kalau program spesifik kita sudah lakukan di sektor kesehatan namun kita rasa itu hanya 30 persen. Jadi kalau sampai bergerak di daerah sensetifnya tambah 70 persen itu, nah disini terbukti dan juga memberdayakan masyarakat melalui dasa wismanya yang dikelola oleh PKK dan ini menjadi dasar yang akan diterapkam di kalimantan selatan,” papar Muslim.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top