Hore! Dana Pilkada Kabgor Tahun 2020 Cair Besok - REPUBLIKPOS.COM
Kabgor

Hore! Dana Pilkada Kabgor Tahun 2020 Cair Besok

alterntif text

Republikpos, Limboto – Dana tahap pertama untuk pemilihan kepada daerah (Pilkada) Kabupaten Gorontalo tahun 2020 akan dicairkan besok, Jumat  (4/10/2019). Dana bernilai miliaran tersebut akan dicairkan ke rekening Bawaslu dan KPU Kabupaten Gorontalo.

Dana pilkada untuk Bawaslu total Rp. 12, 681.164.000 dan KPU Rp. 32. 150.000.000. yang akan dicairkan tahap pertama ke Bawaslu sebesar Rp. 500 Juta dan untuk KPU 750 Juta. nantinya, masing-masing dana baik Bawaslu maupun KPU akan dicairkan secara bertahap mulai bulan januari tahun 2020.

Hal itu disampaikan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo usai penadatanganan naskah perjanjian hibah daerah pemerintah daerah Kabupaten Gorontalo dengan badan pengawas pemilihan umum (bAWASLU) Dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gorontalo untuk pemilihan kepala daerah tahun 2020 di ruang kerja Bupati Gorontalo.

Bupati Nelson berharap, dana yang diberikan dapat menunjang pekerjaan baik KPU dan bawaslu. sehingga proses demokrasi yang dilaksanakan tahun 2020 akan berjalan dengan baik. Ia juga berharap koordinasi terus dilakukan. karena kata Nelson, dana ini hanya penunjang namun koordinasi yang utama. “Hasilnya hari ini, hanya tiga hari kita berkomunikasi semua selesai,” Tutur Nelson.

Nelson berharap tahun 2020 komunikasi terus dilakukan, maka semuanya akan berjalan dengan baik, lancar dan sukses. hal ini sesuai pengalaman pada pemilihan Pilpres dan Caleg berjalan baik dan sukses.

“Padahal jumlah penduduknya banyak, jumlah TPS banyak tapi hal-hal yang kursial tidak terjadi disini. ini karena kolaborasi antara kita bersama sangat baik,” ungkap Nelson.

Sementara itu, ketua KPU Kabupaten Gorontalo Rasid Sayiu mengatakan, dana tersebut sudah cukup untuk penyelenggaraan seluruh tahapan pemilu tahun 2020 yang akan dimulai tahun ini.

Memang kata Rasid, awalnya KPU mengusulkan 40 Miliar tetapi setelah dilakukan rapat berulang kali dengan TAPD, akhirnya KPU mengurangi beberapa kegiatan dan menyepakati di angka 32 Miliar lebih.

“Sebetulnya di 40 miliar itu, kami kemarin sudah menyiapkan untuk anggaran pemungutan suara ulang. Tetapi dengan keluarnya surat KPU no. 1312, itu dihilangkan dulu, menurut surat itu,” Imbuhnya.

Jika terjadi pemungutan suara ulang, Rasid menuturkan, itu akan dibicarakan kembali dengan pemerintah daerah. “Jadi penurunan cukup drastis karena itu cukup besar untuk honor dan pengadaan logistiknya,” tuturnya.

Terkait pengurangan anggaran dan menghapus beberapa item kegiatan, ketua KPU Rasid mengungkapkan, Insya Allah ini tidak akan mengganggu. Ia menyampaikan, kemarin kita merencanakan, salah satunya pemungutan suara ulang, lanjutan atau susulan.

Sebelumnya pihaknya mengestimasi jumlah pasangan calon menjadi tujuh pasangan calon. tiga dari independen dan empat dari partai politik.

“Tapi setelah kita berdiskusi dengan pemerintah daerah maka kita memangkas itu. Dari tujuh kita kurangi empat pasangan, jadi satu perseorangan dan tiga dari partai politik dan itu pengurangan cukup signifikan karena selain berkurang jumlah pasangan calonnya, juga berkurang alat peraga kampanye,” ujarnya.

Rasid menambahkan berdasarkan PKPU no. 15 tahapan akan dimulai Oktober mendatang. “Berdasarkan PKPU 15 terhitung selama 12 bulan sejak september 2019 hingga september 2020, awal oktober ini tahapan kita sudah dimulai,” ucapnya.

terpisah, Ketua Bawaslu Wahyudin M. Akili mengatakan telah melakukan rasionalisasi anggaran sebanyak tiga kali. “Kita sudah melakukan rasionalisasi sebanyak 3 kali, sehingga bagi kami proses rasionalisasi ini kita lakukan bersama pemerintah daerah dan banggar, jadi dana yang disepakati saat ini yang menjadi keputusan bersama, Insya Allah kami sudah jamin untuk pengawasan seluruh tahapan pemilu kepala daerah tahun 2020 nanti,” ungkap Wahyudin.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top