Hadiri Rakorpimda, Wabup Pohuwato Sampaikan Ini  - REPUBLIKPOS.COM
Pohuwato

Hadiri Rakorpimda, Wabup Pohuwato Sampaikan Ini 

alterntif text

Republikpos, Pohuwato – Wakil Bupati Amin Haras didampingi Sekda Djoni Nento dan Kabag Tapem Heriyanto Uwete menghadiri Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah di Aula Rumah Dinas Gubernur, Jumat (27/9/2019) lalu. Dalam Rakor ini sejumlah persoalan disampaikan Wabup Amin Haras. Mulai dari krisis air bersih akibat musim kemarau, kebakaran di sejumlah titik hingga kasus panah wayer.

Menurut Wabup Amin, kasus panah wayer terjadi di Popayato yang berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tengah. Namun masalah tersebut telah diantisipasi dengan cepat oleh aparat keamanan serta peran pemerintah setempat.

“Maraknya panah wayer ini harus diantisipasi bersama, di wilayah barat sangat bahaya jika melakukan pesta di waktu malam, karena rentan dengan masalah yang tidak menutup kemungkinan terjadi lagi kasus panah wayer, karena tiga kecamatan yang berbatasan dengan provinsi sulteng perlu menjadi perhatian pula terutama patroli dari pihak keamanan.

Wabup Amin juga membahas terkait peredaran minuman keras yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah, karena banyak masalah yang terjadi di Pohuwato akibat peredaraan miras tersebut. Menurut Amin, perlu dilakukan pengawasan serta kontrol di lokasi yang pernah menjadi tempat pembuatan miras, karena dikhawatirkan bisa muncul lagi produksi seperti itu.

Meski pabrikan miras sudah ditangani, akan tetapi pasokan dari luar susah diantisipasi, apalagi pohuwato daerah perbatasan wilayah barat gorontalo. Kiranya ini juga perlu ada ketegasan yang bisa dilakukan di perbatasan untuk bagaimana menindak suplai tersebut.

Selain miras, Wabup Amin juga menyinggung soal narkoba yang marak di daerah paling ujung barat provinsi. Untuk itu pengawasan barang haram ini perlu langkah yang intens terutama kalangan remaja jangan sampai terkontaminasi oleh narkoba.

Dihadapan Gubernur dan Wakil Gubenur, Amin Haras juga menyampaikan permasalahan yang terjadi di Kecamatan Randangan berupa masalah pembebasan lahan irigasi bendungan Randangan. Wabup mengatakan, jika tidak tertangani dengan cepat akan berpotensi bagi keamanan daerah.

“Masyarakat Randangan mendatangi pemda dan mempertanyakan dengan jelas apa mau dibayar atau tidak lahan yang terkena pembangunan saluran irigasi. Kemudian terkait kebun plasma oleh perusahan sawit yang hingga kini terus dipertanyakan oleh masyarakat. Olehnya semua persoalan dan permasalahan yang terjadi di daerah dan di masyarakat diminta ada penanganan dari pemerintah provinsi terutama dinas terkait,” harap Wabup.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top