Dalam Seminar Statistik Nasional, Bupati Nelson Paparkan Ini - REPUBLIKPOS.COM
Kabgor

Dalam Seminar Statistik Nasional, Bupati Nelson Paparkan Ini

Republikpos, Limboto – Peran BPS saat ini sangat penting dalam menyajikan berbagai data yang dibutuhkan dalam menunjang proses pembangunan, khususnya pembangunan SDM yang unggul. Hal itu disampaikan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo saat menjadi pemateri pada Seminar Statistik Nasional yang dilaksanakan Badan Pusat Statitistik (BPS) Provinsi Gorontalo.

Membawakan materi berjudul “Peran Negara dalam Meningkatkan Kualitas SDM”. Bpati Nelson memaparkan berbagai hal yang terkait persoalan data dan hubungannya dengan peningkatan kualitas SDM di Indonesia.

Mantan Rektor UNG ini mengungkapkan, ada 3 aspek penting yang menjadi sumber referensi bagi pemerintah dalam melakukan perencanaan program pembangunan. Yakni, akurasi data atau data yang akurat, keterbukaan data dan analisis data. Ketiga aspek itu menurut Nelson, memiliki hubungan dan keterkaitan yang sangat erat dan harus tersaji secara gamblang.

Saat ini kata Nelson, Indonesia masih menghadapi persoalan data yang terkadang tidak akurat, tidak sinkron atau berbeda antara instansi yang satu dengan instansi yang lainnya. Demikian juga, data yang disajikan terkadang tidak diikuti oleh analisis data yang memadai sehingga menyulitkan pemerintah dan masyarakat lainnya, yang ingin memperoleh data dan informasi yang lebih mendalam. Hal itu ke depan perlu dirumuskan solusinya, agar sajian data di Indonesia semakin berkualitas dan pembangunan di Indonesia juga akan berkualitas.

Sementara itu, terkait pembangunan SDM di Provinsi Gorontalo, Ketua DPW PPP Provinsi Gorontalo ini menjelaskan, dari berbagai indikator yang telah dicapai selama ini, kualitas SDM di Gorontalo mengalami kemajuan yang cukup signifikan, meski masih perlu ditingkatkan di masa-masa mendatang. Salah satunya, dapat dilihat dari berbagai perkembangan Perguruan Tinggi (PT) di daerah ini yang sebelumnya hanya 6 PT kini telah mencapai 18 PT. Indikator lainnya dapat dilihat dari perkembangan Human Indeks Development (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Gorontalo yang setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Demikian juga dengan Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk pendidikan dasar dan Pendidikan menengah.

Nelson menjelaskann, standar SDM yang unggul, dapat diukur dari 3 faktor penting yakni, kompetensi, produktif dan memiliki semangat bekerjasama atau berkolaborasi dalam sebuah tim atau networking, termasuk di dalamnya mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi.

Hanya saja, Indonesia saat ini masih menghadapi persoalan, diantaranya lembaga pendidikan di negeri ini masih lebih dominan melahirkan SDM intelektual dibandingkan dengan SDM yang berkompetensi dan memiliki skill atau keterampilan yang memadai. Padahal SDM yang unggul, adalah mereka yang mampu berdaya saing, memiliki semangat dan mampu menangkap peluang yang ada.

Ke depan menurutnya, untuk menghasilkan SDM yang unggul, maka konsep dan paradigma pendidikan harus lebih banyak bertumpu pada pendidikan vokasional, skill atau keterampilan dan pendidikan karakter.

“Model pendidikan ke depan harus mampu menyatukan kedua aspek itu. Skill dibutuhkan agar seseorang memiliki daya saing, mampu masuk di dunia kerja dan dunia usaha mengembangkan potensi di sekitarnya. Sementara karakter sangat terkait erat dengan semangat, kegigihan dan mental untuk maju dan berkembang,” ungkapnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top