Pemkot Bontang Belajar Penurunan Stunting di Kabgor - REPUBLIKPOS.COM
Kabgor

Pemkot Bontang Belajar Penurunan Stunting di Kabgor

Republikpos, Limboto – Pemerintah Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur melakukan studi Komprehensif terkait langkah pemkab Gorontalo dalam menurunkan angka stunting, Rabu (25/9/2019) kemarin.

Kunjungan Pemkot Bontang itu diterima Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Fory Naway bersama Pimpinan OPD lingkup pemkab serta jajaran kesehatan dan kepala-kepala Puskesmas se-Kabupaten Gorontalo.

Rombongan Pemkot Bontang yang dipimpin Kepala Dinas Kesehatan beserta jajaran, forum komunikasi sehat, sejumlah OPD Terkait serta kepala Puskesmas se-Kota Bontang serta hadir juga ketua tim penggerak PKK Kota Bontang.

Kadis Kesehatan Kota Bontang, Baharuddin mengatakan keputusan pemerintah Kota Bontang untuk melakukan studi Komparasi di Kabupaten Gorontalo adalah kesempatan bersama.

“Kami sudah mendengar, melihat bahwa di Indonesia daerah yang berhasil menurunkan dan penanganan angka stunting secara signifikan adalah Kabupaten Gorontalo. Maka inilah tekad kami untuk melihat dari dekat, datang belajar di daerah ini dan memboyong sejumlah Pimpinan OPD terkait, dinas kesehatan dan kepala Puskesmas se-Kota Bontang,” ujarnya.

Baharuddin mengatakan, kondisi stunting di Kota Bontang sesuai pemantauan status gizi (PSG) tahun 2017 berikisar pada angka 32,4 % dan tahun 2018 turun menjadi 26 %, Karena telah di intervensi dengan beberapa kegiatan.

“Mudah-mudahan setelah melakukan studi komparasi di daerah ini, kami berharap penanganan stunting turun secara signifikan seperti yang ada di Kabupaten Gorontalo,” ungkapnya.

Sementara itu, Nelson Pomalingo menyambut baik kedatangan jajaran Pemkot Bontang di Kabupaten Gorontalo. Nelson menyampaikan, masalah stunting telah menjadi perhatian pemerintah pusat, karena itu sejak awal pemerintah daerah Kabgor fokus melakukan penanganan penurunan stunting.

“Pemerintah Kabupaten Gorontalo, selama tiga tahun terakhir ini fokus melakukan berbagai upaya dan langkah–langkah penanganan jumlah kasus stunting. Masalah stunting diselesaikan secara terintegrasi dengan lintas sektor bahkan melibatkan kaum ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi perempuan yakni PKK,” paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Roni Sampir mengatakan, penurunan angka stunting hingga hari ini sesuai data PSG berkisar 5,9 %. Ia mengatakan, dalam waktu dekat juga pemkab Gorontalo melalui Dinkes akan melakukan penimbangan kepada seluruh balita sehingga nantinya menjadi by name by addres.

“Akan kita ketahui rill penurunan stuting di daerah ini. Akan tetapi sesuai pemantauan status gizi (PSG), hari ini terus turun hingga di angka PSG 5,9 persen tahun 2018 dari total rill tahun 2015 di angka 40,2 persen,” ungkap Roni.

Roni menuturkan, Bupati Nelson Pomalingo pernah memaparkan best practices upaya penanganan stunting di daerah ini. best practices sudah pernah disampaikan di hadapan DPR RI dalam seminar nasional khusus percepatan penurunan stunting kerjasama dengan kaukus kesehatan, mitra pangan gizi dan kesehatan indonesia (MPGKI) bulan agustus kemarin.

“Beliau, memaparkan materi dengan tema “Stategis nasional percepatan penurunan stunting, capaian dan rencana tindak lanjut”. disana, pak Bupati menyampaikan saran dan masukan melalui DPR RI agar pemerintah pusat lebih memperhatikan penanganan stunting di indonesia,” ucapnya.

Kegiatan studi Komparasi ini diakhiri dengan pertukaran plakat dari masing-masing daerah. Usai diterima di Kantor Bupati Gorontalo, rombongan langsung turun lapangan di daerah lokus penanganan dan penurunan stunting di wilayah kecamatan dan desa di Kabupaten Gorontalo.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top