Kontribusi PKK Turunkan Angka Stunting di Kabgor - REPUBLIKPOS.COM
Kabgor

Kontribusi PKK Turunkan Angka Stunting di Kabgor

Republikpos, Limboto – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo Fory Armin Naway menyebut organisasi yang dipimpinnya itu terus berperan dan berkontribusi dalam penanganan dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Gorontalo. Hal itu disampaikan saat saat mendampingi Bupati Nelson menerima studi komparasi Pemerintah Kota Bontang. Provinsi Kalimantan Timur, di Ruang Madani Kantor Bupati, Rabu (25/9/2019).

Menurut Fory, sejak tahun 2018 upaya penanganan stunting telah dituangkan program secara terintegrasi dengan puskesmas kecamatan dan desa serta dasa wisma. Program penurunan stunting terintegrasi dengan program nasional yakni gerakan pos gizi yang dilaksanakan di seluruh kecamatan. di Kabupaten Gorontalo terdapat 7 kecamatan yang tertinggi stunting dan 2 kecamatan diantaranya menjadi perhatian PKK dan 5 kecamatan lainnya sudah tersentuh dengan kebijakan yang lebih spesifik.

Istri Bupati Kabgor ini mengatakan, program yang menjadi fokus intervensi penurunan stunting termuat pada Pokja 3, secara berkelanjutan mendirikan Pos Gizi dan dilengkapi dengan Lumbung Gizi.

“Lumbung Gizi ini adalah kolaborasi dari berbagai elemen termasuk masyarakat yang memiliki kemampuan, misalnya mereka yang memiliki usaha peternakan untuk membantu pemenuhan protein hewani bagi upaya penurunan Stunting termasuk kerjasama dengan dinas perikanan melakukan sosialisasi dan pemberian ikan segar kepada anak-anak sekolah,” paparnya.

Fory menuturkan, gerakan hatinya PKK adalah cara merubah mindset masyarakat, artinya tidak selalu berbelanja ke pasar namun bisa memperolehnya di lingkungan sekitar, misalnya dengan pemanfaatan lahan pekarangan untuk ditanami tanaman dapur umum, sayur-sayuran dan tanaman adat lainnya. Jadi seluruh pekarangan itu wajib ada tanaman sayur-sayuran sebagai asupan gizi.

“Pada program ini PKK Kabgor bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk mendapatkan benihnya,” ucapnya.

Selain pemanfaatan lahan pekarangan, masyarakat juga diharapkan memiliki kolam ikan, minimal seukuran tanah yang tersedia dan itu bisa dikerjasamakan dengan Dinas Perikanan guna mendapatkan benih bibit ikan. Selain itu, ketersediaan telur dan daging ayam, PKK Kabupaten Gorontalo berharap setiap 5 rumah menyediakan satu kandang ayam dan ini setiap dasa wisama sebagai koordinatornya, sehingga azas manfaatnya ketika panen telur dan ayamnya bisa dijual dan sebagian dibagi bersama untuk pemenuhan gizi keluarga.

Fory juga memaparkan Program lainnya seperti Gerakan Masyarakat Penurunan Stunting (Gema Penting) dan pedoman standar pelayanan sosial dasar bidang kesehatan, gizi dan sanitasi untuk penanggulangan stunting di Desa.

Program ini kata Fory, difokuskan pada ibu hamil, ibu melahirkan dan bayi dibawah dua tahun. Selanjutnya pedoman itu didukung oleh suatu panduan untuk melakukan integrasi standar pelayanan sosial dasar tersebut ke dalam proses perencanaan dan penganggaran desa.

“Program ini adalah pemberdayaan masyarakat dalam rangka penurunan balita stunting yang dilakukan melalui pencegahan dan penanganan pada 1.000 hari pertama kehidupan yaitu mulai dari ibu hamil sampai balita berumur 2 tahun,” ungkapnya.

Gerakan masyarakat penurunan stunting ini dilakukan di pos gizi dalam rangka meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi. Pos gizi adalah kegiatan sekolah singkat selama 12 hari bagi ibu balita dan ibu hamil dalam rangka membagikan pengetahuan kepada ibu balita dan ibu hamil yang dipandu oleh kader gizi, tim penggerak PKK desa, bidan desa dan petugas gizi Puskesmas.

Tak hanya sampai disitu, PKK Kabupaten Gorontalo meluncurkan program suami sayang keluarga. Pengawasan Suami sejak awal dimana sang istri terlambat bulan, jalani proses kehamilan hingga melahirkan dan ini tugas kader kesehatan dan kader PKK ditingkat bawah yang sudah terbentuk gugusnya disetiap wilayah. Bahkan, sosialisasi penanganan stunting merembet pada guru-guru  PAUD bersama anak-anak PAUD di wilayah kecamatan se Kabupaten Gorontalo.

“Secara organisasi perempuan yang bernaung dalam PKK hingga dasa wisama mendukung Program pemerintah terintegrasi dan mengajak masyarakat khsusunya para ibu dan seluruh jajaran PKK untuk mengambil bagian serta peran dalam penanganan dan menurunkan stunting di Kabupaten Gorontalo,” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top