Jelang FPS 2019, Sekda Gorut Sambut Turis Asing - REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Gorontalo Utara

Jelang FPS 2019, Sekda Gorut Sambut Turis Asing

Ridwan Yasin (Sekda Gorontalo Utara) saat menjamu para penjelajah lautan yang datang berkunjung dipulau saronde ,selasa (17/9/2019).

Republikpos, Gorut – Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, Ridwan Yasin selaku Ketua Panitia Festival Pesona Saronde (FPS) 2019 menyambut para wisatawan asing dari tiga negara, yakni Amerika, Australia, dan Inggris sekaligus meninjau kondisi laut di sekitaran Pulau Saronde, Selasa (17/9/2019) kemarin.

“Turis ini berjumlah 13 orang dan sudah kami terima secara resmi. Kami menyampaikan kepada mereka telah diterima secara baik dan terbuka atas kedatangan para turis dalam rangka menyaksikan festival tahunan ini,” terang Ridwan.

Selain penyambutan turis, Sekda Ridwan yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Badar Pakaya juga melakukan peninjauan untuk melihat langsung kondisi di sekitaran laut Pulau Saronde.

Saat ini kata Sekda, Pemda Gorut tengah membenahi fasilitas dan segi keamanan yang disediakan di Pulau Saronde. “Kami juga meminta para turis ini untuk memahami dan memaklumi kondisi fasilitas di sini. Sebab kami sedang melakukan pembenahan-pembenahan,” ujarnya.

Ridwan juga akan memperketat keamanan di lingkungan wisata Pulau Saronde. “Hal ini perlu dilakukan demi kenyamanan para pengunjung tentunya,” tegasnya.

Sekda mengungkapkan bahwa panitia FPS 2019 akan berkoordinasi dengan pihak BMKG, guna menentukan waktu pelaksanaan yang tepat. “Kita ketahui bersama, kondisi angin saat ini tidak bersahabat. Akan tetapi kami mendapatkan informasi dari salah satu nahkoda kapal, ia mengatakan pada tanggal 21-23 September itu angin akan kembali normal. Itu sesuai pengalamannya. Tapi, sambil menunggu kembalinya pak bupati dari luar daerah, tentunya kami akan berkoordinasi langsung dengan BMKG terkait informasi waktu tersebut,” ungkapnya.

Ditanyakan soal Dionumo yang disarankan menjadi tempat pelaksanaan FPS 2019, Ridwan menegaskan bahwa Dionumo hanya alternatif, jika kondisi angin masih ekstrim. “Dionumo itu cadangan kalau kondisi angin di Pulau Saronde memang tidak memungkinkan. Kita cari kepastian dulu dari BMKG lalu kami putuskan atas restu pak bupati,” pungkasnya.

Pewarta: Matris Salim

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top