Antisipasi Dampak Rawan Pangan, Gubernur Perintahkan Kabupaten/Kota di Gorontalo Salurkan CBN - REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Provinsi Gorontalo

Antisipasi Dampak Rawan Pangan, Gubernur Perintahkan Kabupaten/Kota di Gorontalo Salurkan CBN

Republikpos, Gorontalo – Mengantisipasi kekeringan yang melanda sejumlah daerah di Provinsi Gorontalo, Gubernur Rusli Habibie mengeluarkan surat antisipasi dampak rawan pangan kepada para Bupati dan Wali Kota. Surat tersebut memberi perintah untuk menyalurkan Cadangan Beras Nasional (CBN) kepada warga terdampak di daerah masing-masing.

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo Sutrisno menjelaskan, CBN merupakan beras yang dikelola oleh Perum Bulog untuk mengantisipasi bencana alam di daerah. Kuota CBN di setiap kabupaten/kota masing-masing 100 ton.

“Apabila cadangan itu masih dirasa kurang, maka Bupati atau Wali Kota bisa mengajukan ke provinsi yang memiliki cadangan beras sebesar 200 ton. Kita akan distribusi sesuai kebutuhan tiap daerah,” terang Sutrisno, Rabu (11/09/2019).

Surat Gubernur Gorontalo kepada para Bupati dan Wali Kota untuk Antisipasi Dampak Rawan Pangan akibat musim kemarau di sejumlah daerah. Gubernur meminta kepada Bupati dan Wali Kota untuk menyalurkan Cadangan Beras Nasional (CBN) bagi warga terdampak dan warga miskin.

Sutrisno juga menjelaskan, hingga saat ini sudah ada dua daerah yang menetapkan status Bencana Alam Kekeringan yakni Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango. Kabgor sedang menyalurkan 100 ton cadangan beras, sementara Bone Bolango menyalurkan 8 ton cadangan berasnya.

Saat ini BPBD, Dinas Sosial dan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota terkait penyaluran cadangan beras. Harapannya bisa membantu akses pangan warga terdampak dan warga kurang mampu.

Musim kemarau yang terjadi beberapa bulan terakhir menyebabkan bencana kekeringan di sejumlah daerah di Provinsi Gorontalo. Akibatnya tidak saja dirasakan oleh petani tetapi juga nelayan di daerah pesisir pantai.

Sejumlah sumber air mengalami kekeringan yang menyebabkan petani mengalami gagal tanam dan gagal panen. Selain itu, nelayan tidak bisa melaut karena ombak tinggi yang terus terjadi.

alterntif text
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top