M Jasin Dorong Periksa Dugaan Aliran Dana Korupsi Helikopter AW 101 ke Sekolah SMA Pradita Dirgantara - REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Nasional

M Jasin Dorong Periksa Dugaan Aliran Dana Korupsi Helikopter AW 101 ke Sekolah SMA Pradita Dirgantara

alterntif text

Republikpos, Jakarta – Kasus korupsi AW 101 yang diduga melibatkan pejabat TNI masih teka-teki. Pasalnya kasus korupsi yang masih dalam proses penangan KPK itu dikabarkan merambah ke pembangunan sekolah milik yayasan Yasarini.

Berdasarkan pemantauan PERMAK, hasil korupsi Kasus Pengadaan Heli AW tersebut diduga digunakan untuk Pembangunan SMA Pradita Dirgantara, Solo.

Menanggapi itu, mantan Komisioner KPK M. Jasin meminta dilakukan pemeriksaan.
“Kalo itu terjadi, perlu diinvestigasi berapa besar kerugian negara-nya,” kata Jasin di Jakarta, Jumat (26/07/2019) lalu.

Jasin juga menekankan bahwa permeriksaan itu bisa diperintahkan dari penegak hukum untuk memastikan apakah aliran tersebut merugikan negara.

“Itu bisa saja penegak hukum meminta agar dilakukan pemeriksaan, mengindentifikasi ada atau tidak kerugian negara misalnya uang yang mengalir,” terang Jasin.

alterntif text

Sejauh ini kasus pengadaan Heli AW 101 masih terus didalami KPK. Namun, Juru Bicara KPK, Febri DIansyah mengakui selain sikap saksi Perwira TNI AU yang tidak koperatif, KPK juga berhadapan beberapa hambatan dalam menindak kasus tersebut.

“Kalo tidak koporatif kan ada cara tersendiri bagi KPK, kalo misalnya saja terkait sudah ada tersangkanya itu ada upaya paksa dari KPK,” kata Jasin.

Keberadaan Yasarini atau SMA Pradita Dirgantara sejatinya obyek dibuktikan hukum murni sipil bukan militer, sehingga memungkinkan ditangani KPK.

Apalagiterbukti sumber dananya berasal dari uang negara (APBN), walaupun tidak secara langsung. Karena itu harus dapat dibuktikan dari mana sumber dana Yasarini untuk membiayai pembangunan SMA Pradita Dirgantara yang bernilai ratusan milyar. (*)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top