Respons KPK soal Dugaan Aliran dana Korupsi Heli AW TNI AU untuk SMA Pradita Dirgantara - REPUBLIKPOS.COM
Nasional

Respons KPK soal Dugaan Aliran dana Korupsi Heli AW TNI AU untuk SMA Pradita Dirgantara

Republikpos, Jakarta – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menuturkan kasus korupsi pengadaan helikopter Agusta Westland AW101 sangat mengkhawatirkan.

“Ada satu tahapan yang sebenarnya agak mengkhawatirkan bagi kami,” kata Febri Diansyah di gedung KPK, Senin (22/07/2019).

Sebab kasus yang merugikan negara sekitar Rp 224 miliar dari nilai proyek Rp 738 miliar tersebut dinilai berpotensi kembali merugikan negara hingga dua kali jika gugatan perdata tersangka korupsi dikabulkan.

Febri menjelaskan, kerugian negara tersebut bisa terjadi karena ada gugatan perdata yang juga diajukan oleh tersangka korupsi Pengadaan Heli AW101 ke pengadilan negeri dan KPK mengajukan sendiri sebagai pihak ketiga yang berkepentingan di sana.

Sejauh ini dalam penangan kasus korupsi tersebut, Febri mengakui selain sikap saksi Perwira TNI AU yang tidak kooperatif, KPK juga berhadapan beberapa hambatan dalam menindak kasus tersebut. Febri tidak menjelaskan pihak mana yang menghambat penanganan kasus tersebut.

Sebelumnya, mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Anti Korupsi (PERMAK) mengungkapkan pihaknya menerima informasi mengenai aliran dana hasil korupsi AW101 yang diduga mengalir ke SMA Pradita Dirgantara, Solo.

“Kami mendapat informasi adanya dugaan aliran dana korupsi Pengadaan helikopter AW untuk pembangunan Sekolah Pradita Dirgantara di Lanud Solo, sehingga hal ini harus diklarifikasi oleh Panglima TNI,” ucap perwakilan PERMAK, Agung, dalam keterangan persnya, di gedung KPK Jakarta.

Berdasarkan pemantauan PERMAK, hasil korupsi Kasus Pengadaan Heli AW diduga digunakan untuk Pembangunan SMA Pradita Dirgantara. Dalam hal ini perlu dilakukan investigasi seberapa besar dana hasil korupsi ini digunakan untuk Pembangunan SMA Pradita Dirgantara. Lebih dari itu, Panglima TNI harus bisa membuktikan dari mana saja sumber dana Pembangunan SMA Pradita Dirgantara, apakah dana tersebut bersumber dari APBN atau bersumber dari Gratifikasi Pengadaan Mabes AU.

Menanggapi hal tersebut Jubir KPK, Febri Diansyah menegaskan setiap perkara korupsi akan ditangani KPK hingga tuntas .

“Bahwa setiap perkara korupsi akan ditangani hingga tuntas, kalaupun hari ini penanganan suatu perkara belum selesai, tetapi pasti akan tetap ditangani KPK,” imbuh Febri. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top