JRA Penting Bagi Arsip Daerah - REPUBLIKPOS.COM
Gorontalo Utara

JRA Penting Bagi Arsip Daerah

DR. H. Indra Yasin, SH, MH (Bupati Gorontalo Utara) saat menerima kunjungan Tim ANRI di ruang Kerja Bupati.
alterntif text

Republikpos, Gorut – Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), kini telah memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA) Substantif yang diterbitkan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) pada 27 Juni 2019 lalu. Hal tersebut disampaikan Rudi Andri Syahputra selaku penanggungjawab ANRI wilayah Gorontalo dan Sulawesi Tenggara saat bertemu Bupati Gorut, Indra Yasin, Kami (4/7/2019) lalu.

Menurut Rudi, JRA ini sesuai dengan amanat undang-undang 43 tahun 2009 tentang kearsipan merupakan dasar dari penyusutan.

“Jika saat ini masih memiliki arsip yang menumpuk di OPD, nanti bisa disusutkan. Ada arsip yang berkategori musnah atau permanen. Arsip permanen menjadi arsip statis dan akan di simpan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Gorut sebagai sumber sejarah, sumber pelajaran bagi generasi muda, bagi masyarakat, peneliti dan seterusnya yang ingin tahu sejarah Gorontalo Utara,” ungkap Rudi.

Bupati Gorut, Indra Yasin mengaku bangga dan menyambut baik adanya JRA ini. Bupati mengaku sudah sangat merindukan hadirnya JRA ini sebab akan mendukung kearsipan di Gorut, khususnya menyimpan bukti-bukti sejarah pembangunan Gorut dari awal hingga sekarang.

“Dengan adanya JRA ini, maka jati diri daerah ini akan semakin baik. Jejak sejarah lahir dan berkembangnya daerah ini tak lagi terpencar-pencar, tapi bisa disatukan dalam arsip daerah di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Gorut. Makanya, tugas utama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan saat ini adalah mengumpulkan jejak-jejak sejarah daerah ini, termasuk perjalanan kepemimpinan di Gorut dari mulai Bupati pertama hingga saat ini,” kata Indra.

Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Gorut, Salha A.K. Uno mengaku pihaknya sangat bersyukur dengan terbit dan diserahkannya JRA untuk Gorut. Menurutnya, JRA sangat berguna bagi kelangsungan arsip yang ada di Gorut. Dimana ini adalah payung hukum bagi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Gorut untuk bisa menerima dan menyimpan arsip, termasuk dari seluruh OPD dinas atau badan di lingkup Pemkab Gorut.

“Setelah penyerahan ini, maka ini menjadi pedoman bagi kita untuk menciptakan arsip yang tersimpan di kita (Dinas Kearsipan dan Perpustakaan). Kenapa arsip itu harus kita simpan dan lestarikan, karena arsip itu bukan hanya kertas, arsip itu ada berbagai macam dari dokumen, seperti rekaman dan bukti otentik lainnya yang berguna sebagai bukti sejarah dimasa mendatang,” ujar Salha.

Pewarta: Matris Salim

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top