Tak Hadir Apel Perdana, 45 ASN Gorut Disanksi  – REPUBLIKPOS.COM
Gorontalo Utara

Tak Hadir Apel Perdana, 45 ASN Gorut Disanksi 

Republikpos, Gorut – Sekretaris Daerah (Sekda) Gorontalo Utara, Ridwan Yasin menegaskan telah menyiapkan sanksi kepada 45  Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkup Pemda Gorut yang tidak hadir di hari kerja perdana pasca libur Idul Fitri 1440 Hijriah. Dari hasil rekap absensi seluruh ASN PNS pada Apel Kerja Perdana, senin (10/6/2019) kemarin, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) telah mendata sebanyak 45 orang ASN tidak hadir Tanpa Keterangan (Alpa), Izin 11 orang, Sakit 16 orang, dan Cuti sebanyak 25 orang.

Menurut Ridwan, adapun tingkatan sanksi yang disiapkan, mulai dari penundaan peningkatan gaji berkala, penurunan pangkat setingkat, serta penundaan kenaikan pangkat selama 1 tahun.

“Menindaklanjuti surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) tentang pemberian sanksi terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak masuk pada Tanggal 10 Juni 2019, maka sanksi yang kami berikan sesuai tingkatan tersebut,” ujar Ridwan.

Ridwan memastikan, 45 orang ASN itu akan menerima hukuman setelah melihat beberapa pertimbangan lain. “Tidak hanya kehadiran di Tanggal 10 Juni itu, tapi juga pelanggaran masing-masing yang bersangkutan. Misalnya di hari besar lain dia juga tidak hadir, sering terlambat, saat jam kerja tidak disiplin. Nah, pelanggaran seperti itu akan saya beri hukuman paling berat, yaitu menurunkan pangkat 1 tingkat,” jelasnya.

Menurut Ridwan, jika kedisiplinan para ASN tersebut masih dalam batas kewajaran, maka kami tunda kenaikan pangkatnya paling tidak 1 tahun. Dan jika mereka tidak hadir hanya pada tanggal 10 itu maka kita tunda kenaikan gaji berkalanya. Jadi sanksi yang diberikan proposional. Ridwan menambahkan sanksi tidak hanya berlaku bagi ASN, namun dirinya juga tidak segan untuk mencoret nama PTT yang bandel dan terlambat selama lebih dari 3 kali apel kerja.

Ridwan berharap, penerapan kedisiplinan menjadi perhatian khusus seluruh pimpinan aparatur. “Harus diakui, disiplin ASN masih rendah, dan kami sedang menyelidiki penyebabnya. Apakah pegawai ini memang kurang mendapat pembinaan atau teguran dari pimpinannya (kepala dinas) atau apa. Sehingga saya meminta kepada para pimpinan tersebut untuk lebih memperhatikan para staf, sebab itu adalah tanggungjawab mereka secara berjenjang,” tutup Ridwan.

Pewarta: Matris Salim

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top