Kementerian PUPR dan Pemkot Gorontalo Bekerjasama dalam Sistem Penyediaan Air Minum - REPUBLIKPOS.COM
Daerah

Kementerian PUPR dan Pemkot Gorontalo Bekerjasama dalam Sistem Penyediaan Air Minum

Republikpos, Jakarta – Kementerian PUPR melalui Cipta Karya telah membangun fasilitas Sarana Prasarana di bidang keciptakaryaan di Kota Gorontalo. Hal ini disampaikan oleh Walikota Gorontalo dalam Kegiatan penandatanganan berita acara serah terima barang milik negara dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kepada Pemerintah Daerah di Provinsi Gorontalo, Selasa (14/5/2019).

Kegiatan penyerahan aset negara kepada daerah yang digelar di Ruang Rapat Direktorat Jenderal Cipta Karya ini dipimpin oleh Dirjen Cipta Karya dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo, Walikota Gorontalo, Bupati Gorontalo Utara, Bupati Boalemo, Bupati Gorontalo, Bupati Pohuwato, Bupati Bonebolango, Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Gorontalo, Direktur di lingkungan Dirjen Cipta Karya, Kepala bagian PBMN, Kepala bagian keuangan dan umum, Setdijen Cipta Karya, Kepala bagian hukum dan komunikasi publik.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Gorontalo, Marten Taha mengungkapkan bahwa pada 14 Mei sarana prasarana tersebut dihibahkan untuk dimanfaatkan kepada masyarakat.

“Penyerahan aset ini semata-mata agar pemeliharaan dapat berlangsung secara lama,” ujar Marten.

Tak hanya itu, Marten juga menjelaskan bahwa dengan adanya hal ini maka Pemerintah Kota Gorontalo berhak melakukan perawatan, dengan biaya operasional akan menjadi tanggungan bersama Pemerintah Kota Gorontalo.

“Sepanjang aset tersebut belum diserahkan menjadi aset daerah, maka Pemerintah Kota Gorontalo tidak dapat mengalokasikan dalam APBD, karena hal tersebut jelas akan menyalahi aturan,” jelasnya.

Sebagai pimpinan di Kota Gorontalo, Marten Taha berharap agar legitimasi yang sudah didapatkan oleh Pemerintah Kota Gorontalo harus ditindaklanjuti ke Kementerian Keuangan, karena Pembiayaan Opersional dan maintenance akan menjadi koordinasi antara pihak Pemerintah Kota Gorontalo dengan Kementerian Keuangan, dimana hal ini dialokasikan untuk peningkatan manfaat dari SPAM ini.

“Kota Gorontalo sendiri masih kekurangan supply air yang pada nyatanya belum merata ke semua masyarakat. Kapasitas air minum di Kota Gorontalo sendiri masih berkisar 312 L/detik, yang seharusnya 500 L/detik untuk memenuhi 200 ribu jiwa (masyarakat Kota),” imbuhnya.

Selain itu, ia juga berharap agar SPAM Regional yang memudahkan Pemerintah dan masyarakat Kota Gorontalo ini harus melalui kajian bersama antara Kementerian PUPR dengan PDAM Kota Gorontalo, karena hal tersebut menurutnya sangat berkaitan dengan harga air yang akan diperjualbelikan kepada masyarakat Kota Gorontalo.

Pewarta: SZN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top