Gegara Bau Menyengat, Pedagang Ikan Ancam Mogok Bayar Retribusi Pasar – REPUBLIKPOS.COM
Boalemo

Gegara Bau Menyengat, Pedagang Ikan Ancam Mogok Bayar Retribusi Pasar

Republikpos, Boalemo – Meski baru memasuki hari kedua Ramadhan, tempat jualan ikan Pasar Tilamuta sudah menebar aroma busuk yang membuat pengunjung pasar mengeluh. Penyebabnya, darah dan air bekas ikan ketika dibuang para penjual ikan ke saluran malah menjadi genangan dan berbau busuk.

Novrin, salah satu warga Kecamatan Tilamuta mengaku menyayangkan lokasi tempat jualan ikan sangat busuk dan tidak bisa dimasuki. Menurutnya, bau busuk tersebut disebabkan oleh banyaknya sampah plastik dan darah ikan hingga air limbah yang tidak mengalir sehingga menjadi busuk.

“Jujur saya tidak tahan dan tidak mau lama-lama jika berada di lokasi tempat jualan ikan karena bau busuk menyengat,” tutur Novrin.

Bahkan, kata Novrin, ada beberapa penjual rempah yang sepi pembeli lantaran lapak jualannya tepat berada di depan genangan air ikan yang menebar bau busuk itu.

“Kasihan pak, di sana ada lapak rempah yang sunyi, mungkin karena tempat jualannya di muka air berbau busuk,” lanjut dia.

Keluhan warga ini dibenarkan oleh Patris, salah satu penjual ikan. Ia membenarkan apa yang disampaikan oleh warga tersebut. “ Benar lokasi baru tempat penjualan ikan sangat busuk. Hal ini kami alami semenjak tempat ini diresmikan dan digunakan oleh penjual ikan,” ujar Saleh.

Lanjut Saleh, pihaknya sudah menyampaikan hal itu kepada pihak Dinas terkait bahkan pada Kepala Dinas, namun hingga saat ini terkesan tidak digubris oleh OPD terkait.

“Keluhan para penjual ikan soal bau busuk di tempat penjualan ikan sudah disampaikan kepada OPD terkait, akan tetapi sampai ini belum ada respon. Kami penjual ikan hanya minta kepada OPD terkait, lokasi jualan ikan ditambah fasilitas dipasang instalasi listrik, air serta mesin Alkon 1 set dengan pipa 2 inci untuk menyemprot air ikan,” tuturnya.

“Jika permintaan kami ini tidak segera ditindaklanjuti oleh OPD terkait dalam waktu dekat, maka kami terpaksa belum membayar retribusi. Karena uang tersebut kami akan kumpul untuk membeli mesin Alkon dan kebutuhan lainnya,” sambung Patris.

Sementara itu, Kadis KOPERINDAK Musafir Bempah ketika dihubungi terpisah mengaku belum menerima keluhan pedagang ikan ini. Menurutnya, soal pasar Tilamuta, ada pengelolanya sendiri.

“Mohon maaf, saya tidak tahu karena saya tidak menerima laporan dari pengelola pasar. Kalau kami tahu, segera kami tindaklanjuti. Insya Allah besok saya dan jajaran Dinas akan menemui penjual ikan dan akan merespon keluhan mereka secepatnya,” tutup Musafir.

Pewarta: Enda

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top