Nelson: Kemiskinan di Kabupaten Gorontalo Tren Penurunan Baik - REPUBLIKPOS.COM
Kabgor

Nelson: Kemiskinan di Kabupaten Gorontalo Tren Penurunan Baik

alterntif text

Republikpos, Limboto – Bukti dari keseriusan Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam  penurunan kemiskinan di daerah ini, dengan kemiskinan tren penurunannya baik yang tadinya tahun 2016 21,48% sekarang 19,84%.

Dan ini tercapai dalam waktu 3 tahun saja, Capaian ini tentu dengan adanya berbagai intervensi dari berbagai sektor dilaksanakan dan tepat sasaran.

Target ini jika dilihat dari RPJMD Kabupaten Gorontalo hingga posisi tahun 2021 akan berkisar 18,6%. Itu target Dokumen RPJMD Kabupaten Gorontalo 2016-2021 dan posisi tahun 2021 18,6%.

Hal ini sesuai apa yang disampaikan kepala Bappeda Kabupaten Gorontalo, Cokro Katili dalam laporannya pada Rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2019, yang dipimpin Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, di ruang Madani, Kamis (2/5/2019).

Cokro Katili menambahkan, posisi target 18,6% itu nanti dirilis akhir tahun 2021. Dan tahun 2021 ini adalah akhir RPJMD 5 tahun yakni bulan februari. Saat ini kemiskinan mencapai 18,4%, Artinya dua tahun ini mencapai 1,8% penurunannya.

Sementara itu Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, dengan target Ini menjadi pekerjaaan bersama stakeholder terutama OPD  kedepan. Ia berharap Intervensi kemiskinan yang telah dilakukan dan akan dilakukan tahun 2019 dengan rincian rekapan sebelumnya yakni dengan 154 Milyar. Dana rekapan ini bersumber dari APBD yang  terdiri dari  DAU dan DAK.

“Ini tidak termasuk sumber dana bantuan luar negeri atau lainnya maupun hibah yang masuk di OPD masing-masing,” kata Nelson.

Ia berharap agar setiap triwulan kelihatan maka setiap OPD dapat melaporkan dana yang tidak bersumber dari APBD yang dibutuhkan statistik untuk mengukur kemiskinan termasuk dana Hibah dan CSR.

Oleh karena itu, Nelson berharap Kajian tematik penanggulangan kemiskinan Target dalam waktu 2 tahun harus ada pembenahan Pertama, pembenahan Kelembagaan yang menangani kemiskinan, Dikelembagaan ini harus ada sekretariat yang terus menangani soal kemiskinan sehingga semua terlapor termasuk tim strategis mendampingi, memberi masukan dan sebagainya.

Kedua, pembenahan data yang akurat. Dinas sosial pendataan jelas, demikian juga data yang Masuk BDT dan Ketiga, Sistem intervensi perlu dievaluasi sehingga pengeroyok kemiskinan makin jelas.

Keempat, dalam rangka menuntaskan kemiskinan yang paling ampuh  yakni harus tepat sasaran program-program bantuan. Seperti Mahyani, bantuan pertanian, peternakan dan lain sebagainya dan Keempat , sisi penganggaran, tidak hanya mengandalkan  APBD namun juga sumber dana lain.

Untuk itu, Bappeda segera merancang, selama ini untuk semua  OPD apa yang dilakukan dalam rangka pengentasan kemiskinan, ada inovasi apa termasuk mengevaluasi apakah mendapatkan anggaran dan dana termasuk dari luar negeri.

Pewarta: Widya Rizky

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top