Kedepan Program Harus Fokus Pada Penurunan Angka Kemiskinan - REPUBLIKPOS.COM
Gorontalo Utara

Kedepan Program Harus Fokus Pada Penurunan Angka Kemiskinan

Republikpos, Gorut – Wakil Bupati Thariq Modanggu melihat dalam 12 tahun, perkembangan angka kemiskinan di Kabupaten Gorontalo Utara bergerak cukup dinamis. Diakuinya, memang sejak awal memulai di tahun pertama tahun 2007 silam, angka kemiskinan Gorut cukup tinggi, yaitu sekitar 33 persen. Lalu, sempat mengalami penurunan dan pada 2017 itu sempat naik pada posisi 19 persen, tapi di 2018 itu turun menjadi 18, 20 persen.

“Setelah melakukan analisis, banyak faktor yang mempengaruhi antara lain soal fokus program, artinya program belum terlalu fokus kepada kemiskinan. Yang kedua, penggunaan data Basis Data Terpadu (BDT) yang belum maksimal. Padahal, pengukurannya lewat BDT. Karena BDT itu disusun oleh Badan Pusat Statistik dan kemudian updatingnya di Dinas Sosial di SIKSNG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial New Generation),” tutur Wabup.

Selanjutnya kata Wabup Thariq, hal lain yang juga mempengaruhi angka kemiskinan, adalah budaya bantuan masyarakat. Dimana, program pemberian bantuan dipahami sebagai bantuan sekali pakai atau bantuan cepat habis. Padahal, bantuan itu lebih pada pemberdayaan dan stimulan.

“Karena itu, untuk RPJMD 5 tahun kedepan itu adalah merefleksi ke belakang. Sehingga angkanya walaupun penurunannya cukup signifikan dari 2007, karena memang kita masih daerah baru di angka 33 persen. Memang kalau dilihat signifikan ke 18,20 persen di tahun 2018. Nah, ini juga berkaitan dengan perkembangan APBD, yang di 2007 itu baru sekitar Rp 35 miliar, sekarang sudah berada di angka Rp. 800 miliar. Jadi, mestinya signifikansi penurunannya juga kelihatan,” papar Thariq.

Tapi memang Thariq mengakui dari rata-rata kabupaten/kota di provinsi Gorontalo, Gorut masih termasuk di bawah, tapi tidak paling di bawah. Karena yang terbawah masih ada Pohuwato dan Kabupaten Gorontalo.

“Jadi walaupun paling bungsu, tapi kita tidak berada paling bungsu juga atau paling tinggi angka kemiskinan, masih ada Kabupaten Gorontalo dan Pohuwato di atas kita. Kita hanya berada di bawah Kota dan Bonebolango,” ungkapnya.

Pewarta: Matris Salim

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top