Sidang Dugaan Pelanggaran Pemilu yang Dilakukan Bupati Darwis Memasuki Masa Persidangan Ke - 5 - REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Boalemo

Sidang Dugaan Pelanggaran Pemilu yang Dilakukan Bupati Darwis Memasuki Masa Persidangan Ke – 5

alterntif text

Republikpos, Boalemo – Bupati Boalemo mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Tilamuta, jadwal persidangan kali ini masuk pada bacaan Tuntutan Jaksa penuntut umum yang di bacakan Fatmawati S Khali SH, yang juga  didampingi Kurniawan SH MH, Anto widi Nugroho SH MH, Mohammadong SH, Mohamad Mulyadi Abdulah  SH di tunjukkan kepada Bupati Darwis Moridu.

Adapun isi tuntutan Jaksa Penuntut Umum dalam pantauan Awak media Republikpos yang dibacakan Jaksa penuntut umum.

”Menuntut supaya majelis hakim Pengadilan Negeri Tilamuta yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, 1. Menyatakan terdakwa H. Darwis Moridu alias Ka Daru terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menghina seseorang, calon atau peserta pemilu, menghasut, mengadu domba perseorangan atau masyarakat sebagaimana didakwakan dalam dakwaan tunggal Jaksa Penuntut Umum. 2. Menjatuhkan pidana pada terdakwa H. Darwis Moridu alias ka Daru tersebut karena kesalahannya itu dengan pidana penjara selama 1 bulan dengan ketentuan pidana tersebut tidak perlu dijalani kecuali jika kemudian hari ada putusan hakim yang mengatakan terdakwa bersalah melalukan tindak pidana sebelum masa percobaan 3 bulan berakhir  dan denda sebesar Rp. 15.000.000 subsider 1 bulan kurungan. 3. Menyertakan barang bukti berupa 1 Buah CDR warna putih berisi Rekaman video orasi kampanye saudara Darwis Moridu, 2 flash disk warna hitam kombinasi merah yang berisikan rekaman video orasi kampanye tetap terlampir dalam berkas perkara. 4. Menetapkan agar terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp. 2.500, – ” jelas Fatmawati S Khali SH.

alterntif text

Sementara itu, terdakwa Darwis Moridu ketika dihubungi awak media mengungkapkan bahwa dirinya telah pasrah menerima putusan terkait perkara yang dialamatkan kepadanya. Menurut Darwis, Sedari jauh dia telah pasrah dan mengaku khilaf atas kejadian yang berasal dari perkara pelanggaran pemilu itu.

“Sejak awal saya telah menerima dan koperatif terhadap perkara ini. Yang perlu diketahui bahwa hal ini terjadi karena memang benar saya membela rakyat saya. Oleh karena itu, apa saja yang akan diputuskan oleh majelis hakim saya akan terima dan tentunya sebagai warga negara yang baik, saya berharap agar mendapatkan putusan yang seadil-adilnya,” tegas Darwis.

Pewarta: Enda

alterntif text
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top