Legislator Bolsel Kunjungi DPRD Gorut - REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Daerah

Legislator Bolsel Kunjungi DPRD Gorut

Wakil Ketua DPRD Gorut, Djafar Ismail saat menerima kunjungan kerja dari DPRD Kabupaten Bolsel di ruang kerjanya, Kamis (04/04/2019).

Republikpos, Gorut  – Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) mengapresiasi atas kunjungan kerja DPRD Kabupaten Bolaangmongondow Selatan (Bolsel), Kamis (4/4/2019) kemarin yang diterima secara langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gorut, Djafar Ismail di ruang kerjanya.

Kepada awak media, Aleg Fraksi PDIP tersebut mengatakan bahwa kunjungan kerja tersebut tentu terkait dengan tugas pokok dan fungsi DPRD dan juga hal-hal yang dapat menunjang kinerja kelembagaan.

“Untuk wakil rakyat daerah Kabupaten Bolsel, mereka datang dalam rangka mencari informasi terkait peran dari wakil rakyat dalam proses penetapan program kerja desa dengan menggunakan dana desa,” ungkapnya.

Untuk kebutuhan tersebut juga, Djafar langsung menghubungi instansi teknis terkait yakni BPMD yang langsung disahuti oleh Kabid Pemerintahan.

“Sehingganya pihak DPRD Bolsel tersebut langsung duduk bersama dan berbagi informasi baik dengan kami selaku tuan rumah yang didatangi maupun mitra kerja kami yakni BPMDes,” kata Djafar.

Lanjut dikatakan bahwa dari hasil diskusi tersebut, ternyata ada hal yang dapat dibawah pulang oleh pihak DPRD Kabupaten Bolsel, dan mereka cukup kagum dengan hubungan kemitraan yang terjalin di daerah ini baik itu hubungan pemerintah daerah dengan legislatif maupun dengan pemerintah desa dan kecamatan yang terjalin dengan baik dalam rangka memacu pembangunan daerah terutama pembangunan dari desa.

“Di Gorut, keterlibatan wakil rakyat dari dapil masing-masing itu sangat jelas dalam rangka pelaksanaan program pembangunan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat,” kata Djafar.

Pada kesempatan tersebut, dijelaskan kepada para wakil rakyat dari Kabupaten Bolsel bahwa dalam rangka menyusun program pembangunan desa, para wakil rakyat dari dapil masing-masing itu diundang untuk duduk bersama dalam satu forum.

“Hal ini penting dilakukan agar jangan sampai ada aspirasi masyarakat yang pada akhirnya tumpang tindih anggarannya, dalam artian aspirasi yang telah dianggarkan melalui APBD jangan sampai teranggarkan lagi melalui dana desa,” pungkasnya.

Pewarta: Matris Salim

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top