Penanaman Serentak Mangrove di 10 Provinsi, Pohuwato Tempat Pelaksaksanaan Tingkat Provinsi - REPUBLIKPOS.COM
Daerah

Penanaman Serentak Mangrove di 10 Provinsi, Pohuwato Tempat Pelaksaksanaan Tingkat Provinsi

Republikpos, Jakarta – Kegiatan diadakan di 10 Provinsi bersama Ibu Negara yang pusatnya di Desa Margasana Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, dengan Tema Gerakan Peduli Mangrove, Pemulihan DAS dan Kampung Hijra, yang terkait OASE KK dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan TNI.

Perempuan Menanam Bakau yang dipimpin oleh Kepala Staf Kepresidenan Ibu Koesni Herningsih Moeldoko didampingi Ibu Ros Ellyana Prasetyo, dalam hal ini, Provinsi Gorontalo adalah salah satu dari 10 Provinsi se-Nasional, yang dipusatkan di Desa Palopo Kecamatan Marisa, juga di Hutan Mangrove. Senin, (11/03/2019).

Lokasi penanaman hari ini adalah Hutan Mangrove yang berada di dalam kawasan Cagar Alam Panua yang memiliki potensi Biotik terdiri dari Flora dan Fauna, yang menjadi kebanggaan Provinsi Gorontalo.

Dari berbagai survei maupun inventarisasi kawasan Cagar Alam Panua ditemukan 14 jenis spesies Mangrove, dan untuk jenis Fauna terdiri dari 124 jenis Burung, salah satunya merupakan spesies Prioritas Nasional adalah Maleo Senkawor, Rangkong Sulawesi, dan jenis-jenis Elang.

Tidak hanya itu, Pantai kawasan Cagar Alam juga merupakan tempat pendaratan dan penelusuran berbagai jenis Penyu Langka seperti Penyu Sisik, Lekang, Hijau, Belimbing, dan Penyu Tempayan.

Dalam sambutan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo Hj. Nurinda Rahim, menyampaikan sebagian besar Hutan Bakau diseluruh Provinsi Gorontalo sekitar 9.000 hektar yang tersebar di Kabupaten Gorontalo Utara, Boalemo dan Pohuwato, dan kondisi Hutan Bakau saat ini telah banyak mengalami kerusakan, degradasi, dan sudah digunakan tambak oleh masyarakat.

Ibu Wagub menambahkan “Mulai saat ini harus ada aksi nyata dari semua komponen untuk menyelamatkan hutan bakau dan juga mencari solusi terbaik untuk mengatasi kerusakan Hutan Bakau.”

Dilanjutkan dengan Sambutan Ibu Negara yang diwakili oleh Ibu Koesni Herningsih Moeldoko dari Kepala Staf Kepresidenan, bahwa Mangrove sangat bermanfaat bagi Lingkungan Manusia, antara lain sebagai Penyerap Polutan, Pencegahan Intrusi Air Laut, Sarana Penelitian dan Pendidikan, Penyimpan Karbon, Wisata Alam, Pelindung Garis Pantai dari Abrasi dan Tsunami, serta tempat berlindung dan berkembang biaknya berbagai jenis Fauna ekosistem payau.

“Kepada Pemerintah dan Masyarakat untuk bersama-sama menumbuh kembangkan kesadaran untuk melindungi kelestarian Ekosistem Mangrove dan Hutan Pantai, serta memulihkan Ekosistem Mangrove yang rusak melalui upaya Rehabilitasi,” harap Ibu Koesni Herningsih Moeldoko.

Pewarta: Larasati Widya

 

 

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top