Soal Penanganan Stunting Kabupaten Gorontalo Jadi Acuan Pemkab Bolmut - REPUBLIKPOS.COM
Daerah

Soal Penanganan Stunting Kabupaten Gorontalo Jadi Acuan Pemkab Bolmut

alterntif text

Republikpos, Limboto – Kabupaten Gorontalo didaulat sebagai daerah kedua percontohan setelah provinsi Bali dalam hal penanganan Stunting.

Hal ini dapat dilihat dari penurunan stunting yang cukup signifikan di Kabupaten Gorontalo. Hal ini pula yang membuat Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mendapat kehormatan berturut-turut di tingkat nasional.

Menariknya, strategi penurunan stunting di Kabupaten Gorontalo juga menjadi rujukan beberapa daerah tetangga, termasuk di luar provinsi Gorontalo.

Salah satunya adalah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yang pada hari ini Kamis (28/2) melakukan studi banding di Kabupaten Gorontalo.

Studi banding tersebut, dipimpin langsung Wakil Bupati Amin Lasena dan didampingi sejumlah pimpinan OPD dan jajaran Dinas Kesehatan Bolmong Utara hingga para sangadi.

Rombongan dari Bolmut ini diterima langsung oleh Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo di Gedung Kasmat Lahay, Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Kadis Kesehatan Kabupaten Gorontalo Dr. Roni Sampir mengatakan, Pemkab Gorontalo dinilai berhasil menurunkan presentase penderita stunting (kekerdilan) akibat gizi buruk kronis yang sudah diakui Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek.

Dijelaskan Roni Sampir, Menkes mengapresiasi upaya pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gorontalo mengatasi stunting melalui program pendampingan 1.000 hari pertama kelahiran, gugus tugas dan Pos Gizi Desa.

Roni mengatakan lagi, Apresiasi dan pengakuan Menkes Nilai tersebut disampaikan langsung ketika kunjungan kerja di Kabupaten Gorontalo dan langsung melakukan peninjauan di lokasi dan saat itu mengajak awak media nasional berkunjung ke pos gizi di Desa Huya-Huya, Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo pada tanggal 17 juli 2018.

Ia juga menyentil, di mana Kabupaten Gorontalo memiliki wilayah dengan penduduk terbanyak di provinsi Gorontalo.

Dirinya optimis jika di tahun 2019 ini, 100 persen terakreditasi A Puskesmas se Kabupaten Gorontalo dimana sebelumnya terdapat 1 Puskesmas Akreditas sangat Paripurna, 2 Puskesmas akreditas Utama, 10 Madya dan 2 Dasar.

“Trend peningkatan kematian ibu melahirkan menurun untuk tahun 2018 dan yang lebih membanggakan trend itu melampaui target nasional,” ungkapnya.

Pendampingan ibu hamil juga, kata Roni, dilakukan oleh kepala desa, Koramil dan Kapolsek di setiap kecamatan,” pungkasnya.

Pewarta: Widya Rizky

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top