Sikapi Keluhan Petani Jagung, Begini Kata Gustam Ismail - REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Daerah

Sikapi Keluhan Petani Jagung, Begini Kata Gustam Ismail

Republikpos, Gorut – Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kadar air pada jagung yang digunakan oleh para pembeli dikeluhkan oleh para petani jagung, karena diduga tidak sesuai standar atau ukurannya diduga tidak sesuai.

Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh aleg PKS Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorut, Gustam Ismail.

“Yang dikeluhkan saat ini oleh para petani jagung selain harga jagung yakni terkait alat ukur yang ada di pembeli berbeda ukurannya dengan yang ada di gudang,” ungkap Gustam.

Politisi PKS tersebut menjelaskan sesuai dengan yang disampaikan oleh para petani bahwa selisi jumlah antara pembeli dengan yang di gudang sampai pada angka 3.

“Saya kurang paham soal ukuran tersebut, hanya saja itu yang disampaikan oleh para petani” jelasnya.

Terkait dengan selisih angka pada alat ukur kadar air tersebut, Gustam berharap kepada pemerintah daerah atau instansi berwenang yang menangani hal tersebut untuk dapat turun tangan mengatur kembali alat ukur kadar air sesuai dengan standarnya.

“Jangan sampai dengan kkndisi tersebut justru akan merugikan para petani jagung yang ada di daerah ini,” kata Gustam.

Di sisi lain sesuai dengan informasi yang diperoleh kata Ketua PKS Gorut tersebut, bahwa kadar air sangat berpengaruh pada harga jual.

“Semakin sedikit kadar air, harganya tentu semakin bersaing. Jika kadar air tinggi maka tentu nilai jualnya rendah,” paparnya.

Jangan sampai para petani justru dirugikan oleh para pembeli dengan memanfaatkan alat ukur kadar air yang diduga sengaja diatur.

“Sehingga kadar air dinilai masih tinggi sehingga para pembeli diduga membeli dengan harga yang mungkin lebih murah, padahal jika diukur dengan alat ukur normalnya kadar air pada jagung lebih rendah,” pungkasnya.

Pewarta: Matris Salim

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top